2-Phenylindole-3-carboxaldehyde adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa heterosiklik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar untuk pembuatan senyawa dengan struktur indol yang dimodifikasi. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang sangat penting dalam sintesis senyawa dengan aktivitas biologis tertentu.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang kompleks, dengan gugus karboksialdehida pada posisi 3 dan cincin indol pada posisi 2. Struktur ini memberikan sifat reaktivitas yang tinggi, sehingga cocok untuk berbagai reaksi seperti reaksi condensasi, substitusi, dan reaksi dengan bahan lain yang memiliki gugus fungsi kompatibel. Karena sifat tersebut, senyawa ini sering dipilih dalam penelitian kimia organik dan farmakologi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian ilmiah terkait sintesis senyawa farmakologis, bahan kimia industri, dan penelitian material baru. Keberadaannya mendukung kegiatan penelitian yang membutuhkan bahan kimia dengan struktur kompleks dan reaktivitas tinggi.
- Sintesis senyawa farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Pembuatan senyawa heterosiklik dalam penelitian kimia organik
- Reaksi kondensasi untuk membangun struktur molekul kompleks
- Penelitian material kimia dengan sifat tertentu
- Pengembangan bahan kimia industri yang membutuhkan struktur spesifik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 25365-71-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena sifat kimia yang mungkin berbahaya. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah kontaminasi atau kebocoran.
—
