Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1619-37-0

(5-Phenylisoxazol-3-yl)methanol TCI P2386

(5-Phenylisoxazol-3-yl)methanol TCI P2386

Identitas Kimia

No. CAS
1619-37-0
PubChem
CID 1481082·SID 354334148
Rumus molekul
C10H9NO2
Berat molekul
175.18 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(5-phenyl-1,2-oxazol-3-yl)methanol
SMILES
C1=CC=C(C=C1)C2=CC(=NO2)CO
InChIKey
BPAFLGGUEBMWRN-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 3.683.400,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.683.400,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

(5-Phenylisoxazol-3-yl)methanol dari TCI adalah blok pembangun heterosiklik berupa cincin isoksazol dengan substituen fenil di posisi 5 dan gugus hidroksimetil di posisi 3. Isoksazol adalah heterosiklik lima anggota yang mengandung atom nitrogen dan oksigen bersebelahan. Cincin ini sering dijumpai dalam molekul obat dan agrokimia. Di laboratorium, senyawa ini menjadi titik awal untuk membangun turunan isoksazol yang lebih kompleks, terutama dalam riset kimia medisinal dan sintesis organik.

Senyawa ini dipilih karena gugus alkohol primernya mudah diubah. Gugus ini dapat dioksidasi menjadi aldehida atau asam karboksilat, diubah menjadi halida atau mesilat untuk substitusi nukleofilik, maupun dieterifikasi dan diesterifikasi. Dengan begitu, satu bahan awal dapat menghasilkan banyak analog. Cincin isoksazol relatif stabil dalam banyak kondisi reaksi dan sering dipakai sebagai bioisoster gugus ester atau amida. Gugus fenil memberi bagian aromatik yang lipofilik dan membantu interaksi dengan kantong pengikatan protein.

Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium kimia farmasi, kimia medisinal, dan sintesis organik di perguruan tinggi maupun lembaga riset yang mengembangkan senyawa bioaktif, misalnya kandidat antibakteri, antiinflamasi, atau antikanker. Kemasan 1 g dan 5 g memudahkan perencanaan. Kemasan 1 g cocok untuk sintesis penjajakan, sedangkan kemasan 5 g cukup untuk membuat pustaka analog yang lebih luas sebelum uji aktivitas biologis.

  • Sintesis pustaka senyawa untuk kimia medisinal: gugus hidroksimetil dapat difungsionalisasi menjadi eter, ester, amina, atau amida sehingga dihasilkan banyak analog isoksazol untuk skrining aktivitas biologis.
  • Oksidasi menjadi aldehida isoksazol: aldehida hasil oksidasi dapat dipakai dalam aminasi reduktif, olefinasi Wittig, atau kondensasi untuk memperpanjang rantai samping pada posisi 3.
  • Konversi menjadi elektrofil halometil: pengubahan gugus alkohol menjadi klorida, bromida, atau mesilat menghasilkan agen alkilasi untuk menyambungkan fragmen isoksazol ke amina, tiol, atau fenol.
  • Studi bioisosterisme: cincin isoksazol dapat menggantikan gugus ester atau amida dalam molekul bioaktif, sehingga peneliti dapat mempelajari pengaruhnya terhadap stabilitas metabolik dan afinitas pengikatan.
  • Pengajaran kimia heterosiklik: senyawa ini cocok untuk praktikum atau penelitian mahasiswa yang mempelajari reaktivitas heterosiklik lima anggota dan transformasi gugus fungsi alkohol primer.

Merek TCI (kode produk P2386)
Nomor CAS 1619-37-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik lihat lembar spesifikasi atau CoA dari TCI
Penyimpanan tertutup rapat, sejuk, kering, terlindung dari cahaya, sesuai label

Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terlindung dari cahaya langsung. Jauhkan dari oksidator kuat, asam kuat, dan basa kuat. Kenakan jas laboratorium, sarung tangan nitril, dan kacamata pengaman, lalu lakukan penimbangan di lemari asam untuk mencegah terhirupnya debu. Hindari kontak dengan kulit dan mata. Bila terjadi kontak, segera bilas dengan air yang banyak. Baca SDS dari TCI sebelum digunakan, dan buang sisa bahan sebagai limbah kimia organik sesuai prosedur laboratorium.

—