(5-Phenylisoxazol-3-yl)methanol dari TCI adalah blok pembangun heterosiklik berupa cincin isoksazol dengan substituen fenil di posisi 5 dan gugus hidroksimetil di posisi 3. Isoksazol adalah heterosiklik lima anggota yang mengandung atom nitrogen dan oksigen bersebelahan. Cincin ini sering dijumpai dalam molekul obat dan agrokimia. Di laboratorium, senyawa ini menjadi titik awal untuk membangun turunan isoksazol yang lebih kompleks, terutama dalam riset kimia medisinal dan sintesis organik.
Senyawa ini dipilih karena gugus alkohol primernya mudah diubah. Gugus ini dapat dioksidasi menjadi aldehida atau asam karboksilat, diubah menjadi halida atau mesilat untuk substitusi nukleofilik, maupun dieterifikasi dan diesterifikasi. Dengan begitu, satu bahan awal dapat menghasilkan banyak analog. Cincin isoksazol relatif stabil dalam banyak kondisi reaksi dan sering dipakai sebagai bioisoster gugus ester atau amida. Gugus fenil memberi bagian aromatik yang lipofilik dan membantu interaksi dengan kantong pengikatan protein.
Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium kimia farmasi, kimia medisinal, dan sintesis organik di perguruan tinggi maupun lembaga riset yang mengembangkan senyawa bioaktif, misalnya kandidat antibakteri, antiinflamasi, atau antikanker. Kemasan 1 g dan 5 g memudahkan perencanaan. Kemasan 1 g cocok untuk sintesis penjajakan, sedangkan kemasan 5 g cukup untuk membuat pustaka analog yang lebih luas sebelum uji aktivitas biologis.
Produk TCI terkait
- TCI A2437 4369-55-5 5-Amino-3-phenylisoxazole
- TCI P2390 14442-12-7 3-Phenylisoxazole-5-carboxylic Acid
- TCI P2309 1006-67-3 5-Phenylisoxazole
- TCI P2020 14441-90-8 5-Phenylisoxazole-3-carboxylic Acid
- TCI M2996 16883-16-2 5-Methyl-3-phenylisoxazole-4-carbonyl Chloride
- TCI M2830 37928-17-9 5-Methyl-3,4-diphenylisoxazole
- Sintesis pustaka senyawa untuk kimia medisinal: gugus hidroksimetil dapat difungsionalisasi menjadi eter, ester, amina, atau amida sehingga dihasilkan banyak analog isoksazol untuk skrining aktivitas biologis.
- Oksidasi menjadi aldehida isoksazol: aldehida hasil oksidasi dapat dipakai dalam aminasi reduktif, olefinasi Wittig, atau kondensasi untuk memperpanjang rantai samping pada posisi 3.
- Konversi menjadi elektrofil halometil: pengubahan gugus alkohol menjadi klorida, bromida, atau mesilat menghasilkan agen alkilasi untuk menyambungkan fragmen isoksazol ke amina, tiol, atau fenol.
- Studi bioisosterisme: cincin isoksazol dapat menggantikan gugus ester atau amida dalam molekul bioaktif, sehingga peneliti dapat mempelajari pengaruhnya terhadap stabilitas metabolik dan afinitas pengikatan.
- Pengajaran kimia heterosiklik: senyawa ini cocok untuk praktikum atau penelitian mahasiswa yang mempelajari reaktivitas heterosiklik lima anggota dan transformasi gugus fungsi alkohol primer.
| Merek | TCI (kode produk P2386) |
|---|---|
| Nomor CAS | 1619-37-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | lihat lembar spesifikasi atau CoA dari TCI |
| Penyimpanan | tertutup rapat, sejuk, kering, terlindung dari cahaya, sesuai label |
Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terlindung dari cahaya langsung. Jauhkan dari oksidator kuat, asam kuat, dan basa kuat. Kenakan jas laboratorium, sarung tangan nitril, dan kacamata pengaman, lalu lakukan penimbangan di lemari asam untuk mencegah terhirupnya debu. Hindari kontak dengan kulit dan mata. Bila terjadi kontak, segera bilas dengan air yang banyak. Baca SDS dari TCI sebelum digunakan, dan buang sisa bahan sebagai limbah kimia organik sesuai prosedur laboratorium.
—
