TCI P2461 Protein A Agarose adalah resin afinitas yang terdiri dari Protein A yang diimobilisasi pada butiran agarosa. Protein A adalah protein yang berasal dari bakteri *Staphylococcus aureus*. Protein ini dikenal mampu mengikat daerah Fc dari imunoglobulin G (IgG) pada berbagai spesies. Di laboratorium, resin ini menjadi alat penting untuk memurnikan antibodi, melakukan imunopresipitasi, dan menangkap kompleks imun dari sampel biologis seperti serum, supernatan kultur sel, atau lisat.
Resin ini dipilih karena afinitas Protein A terhadap bagian Fc antibodi bersifat spesifik dan dapat dibalik. Antibodi terikat pada kondisi netral, lalu dapat dilepaskan dengan mengubah kondisi bufer, biasanya menggunakan bufer elusi dengan pH rendah. Matriks agarosa memiliki pori yang lebar dan bersifat hidrofilik, sehingga mendukung akses protein besar dan meminimalkan pengikatan nonspesifik. Karena pengikatannya terjadi di daerah Fc, situs pengikatan antigen pada antibodi umumnya tetap bebas. Hal ini menguntungkan untuk imunopresipitasi.
Di Indonesia, Protein A Agarose relevan untuk laboratorium biologi molekuler, imunologi, bioteknologi, dan biokimia di universitas, rumah sakit pendidikan, maupun lembaga riset. Kemasan 1 vial praktis untuk kebutuhan kelompok riset yang melakukan imunopresipitasi rutin atau pemurnian antibodi skala kecil. Resin ini juga mendukung pengembangan metode deteksi protein dan riset vaksin maupun diagnostik yang memerlukan antibodi dengan kemurnian baik.
- Pemurnian antibodi IgG: Protein A mengikat daerah Fc IgG secara spesifik, sehingga antibodi dari serum atau supernatan kultur hibridoma dapat dipisahkan dari protein lain secara efisien.
- Imunopresipitasi protein target: antibodi spesifik yang terikat pada resin dapat menarik protein target dari lisat sel untuk dianalisis lebih lanjut dengan western blot atau spektrometri massa.
- Ko-imunopresipitasi interaksi protein: resin ini membantu menangkap kompleks protein utuh, sehingga peneliti dapat mempelajari interaksi antarprotein dalam konteks biologis yang mendekati keadaan aslinya.
- Penghilangan IgG dari sampel: resin dapat dipakai untuk mengurangi kandungan IgG dalam serum atau sampel lain yang akan dianalisis, sehingga sinyal protein yang kurang melimpah lebih mudah terdeteksi.
- Pembuatan resin imunoafinitas: antibodi yang terikat pada Protein A dapat ditautsilangkan ke resin untuk membuat kolom afinitas khusus yang dapat dipakai berulang kali.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | tidak tersedia (produk berupa resin biologis) |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 1vial |
| Bentuk fisik | Protein A yang diimobilisasi pada butiran agarosa (rincian merujuk pada dokumen produk dari TCI) |
| Penyimpanan | umumnya disimpan dalam kondisi dingin dan tidak dibekukan; ikuti petunjuk pada label produk |
Resin agarosa umumnya disimpan pada suhu dingin di dalam lemari pendingin dan tidak boleh dibekukan. Pembekuan dapat merusak struktur butiran agarosa. Ikuti suhu penyimpanan yang tertera pada label dan dokumen produk. Simpan resin dalam vial aslinya yang tertutup rapat dan cegah resin menjadi kering. Sebelum dipakai, kocok perlahan untuk meresuspensi butiran tanpa vorteks yang keras. Gunakan bufer yang bersih dan steril-filter untuk mencegah kontaminasi mikroba. Kenakan sarung tangan dan jas laboratorium, dan buang limbah biologis sesuai prosedur institusi Anda.
—