N-[2-(2-Pyridyldithio)ethyl]biotinamide dari TCI adalah reagen biotinilasi yang reaktif terhadap gugus tiol (sulfhidril). Molekul ini menggabungkan biotin, yang memiliki afinitas sangat tinggi terhadap avidin dan streptavidin, dengan gugus piridil disulfida yang dapat bereaksi dengan sistein bebas pada protein atau peptida. Di laboratorium biokimia dan biologi kimia, reagen ini digunakan untuk menandai biomolekul dengan biotin sehingga biomolekul tersebut dapat dideteksi, dimurnikan, atau diimobilisasi menggunakan sistem streptavidin.
Keistimewaan reagen ini terletak pada ikatan disulfida yang terbentuk antara biotin dan molekul target. Ikatan tersebut dapat diputus kembali dengan agen pereduksi seperti DTT atau TCEP, sehingga biomolekul yang telah ditangkap oleh streptavidin dapat dilepaskan dalam keadaan relatif utuh. Selain itu, reaksi pertukaran tiol–disulfida melepaskan piridin-2-tion yang dapat dipantau secara spektrofotometri, memberi cara praktis untuk memperkirakan tingkat biotinilasi. Reaksi ini juga selektif terhadap tiol, sehingga penandaan dapat diarahkan ke residu sistein tertentu.
Di Indonesia, reagen ini relevan bagi laboratorium proteomik, biologi molekuler, imunologi, dan bioteknologi di universitas maupun lembaga riset kesehatan. Kemasan 10 mg dan 50 mg sesuai dengan kebutuhan percobaan bioconjugation yang umumnya hanya memerlukan jumlah kecil reagen. Peneliti dapat menggunakannya untuk studi interaksi protein, isolasi protein permukaan sel, atau pengembangan perangkat uji berbasis biotin–streptavidin.
- Biotinilasi protein pada residu sistein: gugus piridil disulfida bereaksi selektif dengan tiol bebas, memungkinkan penandaan terarah tanpa banyak memengaruhi gugus amina protein.
- Pemurnian afinitas yang dapat dilepas kembali: ikatan disulfida dapat diputus dengan DTT atau TCEP sehingga protein yang ditangkap streptavidin dapat dielusi dalam kondisi lunak.
- Studi interaksi protein dan pull-down: biomolekul berlabel biotin dapat ditangkap dengan manik streptavidin untuk mengidentifikasi mitra interaksi melalui elektroforesis atau spektrometri massa.
- Pemantauan efisiensi konjugasi: pelepasan piridin-2-tion selama reaksi dapat diukur secara spektrofotometri sehingga peneliti dapat memperkirakan tingkat biotinilasi secara praktis.
- Imobilisasi biomolekul pada permukaan: peptida atau protein bertiol yang dibiotinilasi dapat ditambatkan pada permukaan berlapis streptavidin untuk biosensor dan uji pengikatan.
| Merek | TCI (kode produk P2471) |
|---|---|
| Nomor CAS | 112247-65-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Bioconjugation |
| Ukuran kemasan | 10mg, 50mg |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan sesuai suhu pada label, kering dan terlindung dari kelembapan serta agen pereduksi |
Simpan reagen dalam wadah asli yang tertutup rapat, kering, dan sesuai suhu penyimpanan pada label. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun di dalamnya. Hindari kontak dengan agen pereduksi dan tiol selama penyimpanan karena dapat memutus gugus disulfida reaktifnya. Siapkan larutan sesaat sebelum dipakai dalam pelarut yang sesuai dan gunakan bufer bebas tiol. Kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung saat bekerja.
—
![112247-65-1 N-[2-(2-Pyridyldithio)ethyl]biotinamide - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510P2471.jpg?v=1767136238&width=1445)