2-Phenoxybenzaldehyde dari TCI adalah aldehida aromatik yang memiliki gugus fenoksi pada posisi orto terhadap gugus formil. Strukturnya mengandung ikatan diaril eter yang menghubungkan dua cincin benzena, menjadikannya building block non-heterosiklik yang berguna dalam sintesis organik. Di laboratorium, senyawa ini dimanfaatkan sebagai bahan awal untuk membangun molekul yang mengandung kerangka difenil eter, motif yang dijumpai pada berbagai senyawa farmasi, agrokimia, dan material organik.
Daya tarik utama senyawa ini adalah kombinasi gugus aldehida yang reaktif dengan posisi orto-fenoksi yang berdekatan. Gugus aldehida dapat menjalani reaksi kondensasi, aminasi reduktif, olefinasi, reaksi Grignard, maupun oksidasi dan reduksi. Kedekatan cincin fenoksi dengan gugus formil membuka peluang reaksi siklisasi intramolekuler untuk membentuk sistem cincin tiga seperti kerangka xanten atau dibenzoksepin. Fleksibilitas ini menjadikannya bahan yang menarik baik untuk sintesis target spesifik maupun eksplorasi metodologi reaksi baru.
Untuk laboratorium di Indonesia, 2-fenoksibenzaldehida bermanfaat bagi kelompok riset kimia organik, kimia medisinal, dan kimia bahan alam yang tengah membangun turunan aromatik baru untuk diuji aktivitasnya. Kemasan 1 g dan 5 g cocok untuk penelitian skala laboratorium, optimasi kondisi reaksi, dan pembuatan seri senyawa analog. Senyawa ini juga dapat menjadi bahan yang menarik untuk praktikum sintesis tingkat lanjut di perguruan tinggi.
- Sintesis turunan difenil eter: senyawa ini sudah membawa ikatan diaril eter sehingga peneliti dapat langsung membangun molekul target tanpa perlu langkah pembentukan eter.
- Siklisasi intramolekuler menjadi sistem cincin terfusi: posisi orto antara aldehida dan fenoksi mendukung pembentukan kerangka trisiklik seperti xanten melalui reaksi siklisasi.
- Aminasi reduktif dan pembentukan imina: gugus aldehida bereaksi mudah dengan amina, menghasilkan turunan amina atau basa Schiff untuk uji biologis maupun ligan.
- Reaksi adisi nukleofilik dan olefinasi: aldehida aromatik ini cocok untuk reaksi Grignard, Wittig, atau Horner–Wadsworth–Emmons guna memperpanjang rantai karbon.
- Kimia medisinal dan agrokimia: motif difenil eter lazim dalam senyawa bioaktif sehingga bahan ini bermanfaat untuk menyusun pustaka analog dalam studi struktur–aktivitas.
| Merek | TCI (kode produk P2475) |
|---|---|
| Nomor CAS | 19434-34-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | lihat label/SDS produk |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari udara serta cahaya |
Seperti aldehida aromatik pada umumnya, senyawa ini dapat teroksidasi perlahan oleh udara, sehingga simpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, terlindung dari cahaya, di tempat sejuk dan kering sesuai petunjuk label. Setelah dibuka, membilas ruang kepala botol dengan nitrogen atau argon membantu menjaga mutunya. Tangani di lemari asam dengan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta jauhkan dari pengoksidasi kuat dan basa kuat.
- Zhai dkk. (2003). Supported 3,5‐Disubstituted Chiral Hydantoin: A Practical Catalyst for the Asymmetric Hydrocyanation of 3‐Phenoxybenzaldehyde.. ChemInform doi:10.1002/chin.200337076
- Popov dkk. (2001). ChemInform Abstract: Synthesis of Unsaturated Aldehydes from m‐Phenoxybenzaldehyde.. ChemInform doi:10.1002/chin.200150082
- POPOV dkk. (1997). ChemInform Abstract: Synthesis of Hydrazones Based on m‐Phenoxybenzaldehyde.. ChemInform doi:10.1002/chin.199718116
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
