1-(Bromomethyl)-3-phenoxybenzene adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia seperti reaksi substitusi, penggabungan rantai, atau pembentukan senyawa heterosiklik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang sangat penting dalam penelitian kimia organik.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, terdiri dari gugus bromomethyl dan gugus phenoxy yang saling terhubung. Struktur ini memberikan fleksibilitas dalam reaksi kimia, memungkinkan senyawa ini berperan dalam berbagai reaksi seperti reaksi nucleofili, elektrofilik, atau reaksi substitusi. Sifat kimia dan struktur molekulnya membuat senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia murni dan terapan. Banyak institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset menggunakan senyawa ini untuk memperluas pengetahuan tentang reaktivitas senyawa organik dan pengembangan senyawa baru.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat dan bahan kimia farmasi
- Reaksi substitusi bromomethyl untuk pembentukan senyawa dengan struktur kompleks
- Penggunaan dalam reaksi coupling untuk menggabungkan rantai molekuler
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa organik
- Pengembangan bahan kimia industri seperti plastik, bahan pelapis, dan bahan aditif
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 51632-16-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat, berupa serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung serta kelembapan. Penyimpanan dalam lingkungan dingin dan kering sangat disarankan untuk menjaga stabilitas dan kualitas senyawa. Pemakaian harus dilakukan di dalam ruang laboratorium yang terkontrol, dengan penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker.
—
