Spautin-1 adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang kehidupan ilmiah, khususnya dalam studi autofagi. Bahan ini berperan sebagai modulator yang dapat memengaruhi proses penghancuran seluler melalui mekanisme autophagy. Spautin-1 sering digunakan untuk mengeksplorasi peran protein tertentu dalam jalur biologis yang kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini menjadi alat penting untuk memahami mekanisme penyakit seperti neurodegeneratif dan kanker.
Spautin-1 memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk memicu atau menghambat aktivitas protein tertentu, sehingga memungkinkan peneliti untuk mengontrol jalur biologis secara akurat. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam eksperimen yang memerlukan manipulasi molekuler. Selain itu, senyawa ini memiliki daya tahan yang baik terhadap kondisi laboratorium yang beragam.
Di laboratorium Indonesia, Spautin-1 digunakan secara luas dalam penelitian bidang biologi seluler dan penyakit terkait. Banyak institusi penelitian dan universitas mengintegrasikan senyawa ini dalam proyek mereka untuk memahami mekanisme penyakit dan pengembangan terapi. Ketersediaannya secara lokal memudahkan akses dan penggunaan untuk peneliti di berbagai wilayah.
- Penelitian autophagy dalam sel manusia untuk memahami mekanisme penyakit neurodegeneratif
- Uji aktivitas modulator protein dalam jalur biologis kompleks
- Eksperimen penghambatan atau pemicu proses autophagy untuk studi kanker
- Pengembangan terapi berbasis modulasi jalur seluler untuk penyakit kronis
- Studi interaksi molekuler dalam lingkungan laboratorium untuk penelitian biomedis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1262888-28-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Autophagy |
| Ukuran kemasan | 10mg, 50mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Spautin-1 harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya matahari langsung dan kelembapan. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Bahan ini bersifat kimia yang memerlukan penanganan hati-hati, terutama dalam penggunaan dan pengemasan. Pastikan wadah tidak terbuka selama tidak digunakan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat mengolah bahan ini.
- Edward dkk. (2026). USP13-SKP2-P57/kip2 Axis Mediates Spautin-1 Induced Transcriptional Upregulation of NURR1: Implications for NURR1 Mediated Neurotrophic Activity. ACS Chemical Neuroscience doi:10.1021/acschemneuro.6c00485
- Alhamad dkk. (2022). The inhibition of autophagy by spautin boosts the anticancer activity of fingolimod in multidrug-resistant hepatocellular carcinoma. Life Sciences doi:10.1016/j.lfs.2022.120699
- Elsocht dkk. (2023). Second generation Spautin-1 analogues targeting EGFR-mutant non-small cell lung cancer cells. Bioorganic & Medicinal Chemistry Letters doi:10.1016/j.bmcl.2022.129066
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
