Pilsicainide Hydrochloride adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologis dan biofarmakologi. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium yang mempelajari efek obat pada sistem saraf dan jantung. Sebagai reagen farmakologi, Pilsicainide Hydrochloride berperan sebagai agen penghambat kanal natrium, yang memengaruhi aktivitas sel saraf dan otot jantung. Bahan ini sangat penting dalam pengembangan obat untuk gangguan jantung dan kondisi neurologis.
Pilsicainide Hydrochloride memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat disimpan dalam kondisi tertentu tanpa mengalami degradasi signifikan. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, yang memungkinkan interaksi spesifik dengan reseptor dan enzim dalam tubuh. Sifat ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk penelitian yang memerlukan presisi tinggi dan konsistensi hasil.
Di laboratorium Indonesia, Pilsicainide Hydrochloride digunakan dalam penelitian ilmiah yang berkaitan dengan farmakologi, farmakodinamika, dan farmakokinetika. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium universitas dan lembaga penelitian yang fokus pada pengembangan obat dan studi efek farmakologis.
Brosur TCI (PDF)
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 47
- Penelitian efek farmakologis obat pada sistem saraf dan jantung
- Uji aktivitas kanal natrium pada sel saraf dan otot jantung
- Pengembangan obat untuk gangguan jantung dan kondisi neurologis
- Studi farmakodinamika dan farmakokinetika senyawa aktif
- Analisis interaksi molekuler dalam proses pengobatan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 88069-49-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 50mg, 250mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan dingin |
Pilsicainide Hydrochloride harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung. Penyimpanan dalam suhu rendah (sekitar 2-8°C) sangat dianjurkan untuk menjaga stabilitas kimia bahan ini. Selama penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Bahan ini harus dipisahkan dari bahan kimia lain yang bersifat reaktif atau korosif untuk mencegah risiko reaksi kimia yang tidak diinginkan.
- Horita dkk. (2004). A Case of the Toxicity of Pilsicainide Hydrochloride With Comparison of the Serial Serum Pilsicainide Levels and Electrocardiographic Findings. Japanese Heart Journal doi:10.1536/jhj.46.1049
- Horita dkk. (2004). A Case of the Toxicity of Pilsicainide Hydrochloride With Comparison of the Serial Serum Pilsicainide Levels and Electrocardiographic Findings. Japanese Heart Journal doi:10.1536/jhj.45.1049
- Matsumoto dkk. (2001). Appropriate Dosing of Pilsicainide Hydrochloride in Patients on Hemodialysis. Nephron doi:10.1159/000045973
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

