Pyridine Hydroiodide TCI P2672 adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium, terutama dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini merupakan senyawa heterosiklik yang memiliki struktur dasar piridin dengan gugus hidroiodida. Senyawa ini sering digunakan sebagai reaktan dalam reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi pembentukan ikatan baru. Dalam laboratorium, Pyridine Hydroiodide berperan sebagai bahan bantu yang sangat penting untuk menghasilkan senyawa dengan struktur kompleks.
Pyridine Hydroiodide memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu dan dapat bereaksi dengan berbagai senyawa organik seperti alkohol, amina, dan alkil halida. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini memungkinkan pembentukan senyawa baru dengan efisiensi tinggi. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang ideal untuk para peneliti yang membutuhkan bahan kimia yang dapat berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi.
Di laboratorium Indonesia, Pyridine Hydroiodide digunakan dalam penelitian kimia murni, sintesis senyawa farmakologis, serta dalam pengembangan bahan kimia industri. Bahan ini sangat relevan untuk institusi pendidikan dan penelitian yang fokus pada bidang kimia organik dan farmasi.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan reaksi substitusi nukleofilik
- Pembuatan senyawa farmakologis dengan struktur heterosiklik
- Reaksi pembentukan ikatan dalam sintesis senyawa aromatik
- Pengembangan bahan kimia untuk industri farmasi dan kosmetik
- Penelitian kimia murni dalam bidang organik dan heterosiklik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 18820-83-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Pyridine Hydroiodide harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan dan reaksi dengan udara. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau kaca. Dalam penanganan, harus diperhatikan kehati-hatian karena senyawa ini bersifat reaktif dan dapat menghasilkan gas beracun jika bereaksi dengan bahan tertentu. Penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker wajah sangat dianjurkan untuk memastikan keselamatan di laboratorium.
—

