Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 184351-56-2

Potassium 2,3,3-Trimethyl-3H-indole-5-sulfonate TCI P2824

Potassium 2,3,3-Trimethyl-3H-indole-5-sulfonate TCI P2824

Identitas Kimia

No. CAS
184351-56-2
PubChem
CID 23681862·SID 468592744
Rumus molekul
C11H12KNO3S
Berat molekul
277.38 g/mol
Kemurnian
>95.0%(HPLC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
potassium 2,3,3-trimethylindole-5-sulfonate
SMILES
CC1=NC2=C(C1(C)C)C=C(C=C2)S(=O)(=O)[O-].[K+]
InChIKey
ZWIOSPCYIJAHKM-UHFFFAOYSA-M
Harga reguler Rp 1.538.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.538.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Potassium 2,3,3-trimethyl-3H-indole-5-sulfonate adalah garam kalium dari turunan indolenin yang membawa gugus sulfonat pada posisi 5 cincin aromatik. TCI menyediakannya dengan kode P2824 sebagai building block heterosiklik. Di laboratorium, senyawa ini terutama dikenal sebagai prekursor penting dalam sintesis zat warna sianin larut air, keluarga pewarna fluoresen yang banyak digunakan untuk pelabelan biomolekul. Gugus 2-metil pada indolenin menjadi titik reaktif yang, setelah kuaternisasi nitrogen, dapat dikondensasikan untuk membentuk rantai polimetin khas pewarna sianin.

Keistimewaan senyawa ini terletak pada gugus sulfonatnya yang memberi kelarutan dalam air kepada pewarna akhir. Pewarna sianin tanpa sulfonasi cenderung beragregasi dalam larutan berair, yang menurunkan intensitas fluoresensi dan mempersulit konjugasi dengan protein atau asam nukleat. Dengan memulai sintesis dari indolenin tersulfonasi, peneliti memperoleh pewarna yang lebih mudah larut dalam buffer biologis dan lebih kecil kemungkinan beragregasi. Bentuk garam kalium juga memudahkan penanganan sebagai padatan dibanding bentuk asam bebasnya.

Di Indonesia, kebutuhan pewarna fluoresen untuk riset biologi molekuler, diagnostik, dan pencitraan sel terus meningkat. Laboratorium kimia sintetis yang ingin mengembangkan probe fluoresen sendiri, misalnya untuk penelitian sensor kimia atau pelabelan protein, dapat memanfaatkan senyawa ini sebagai bahan dasar. Pilihan kemasan 1 g dan 5 g sesuai untuk eksplorasi rute sintesis maupun pembuatan pewarna dalam beberapa batch.

  • Sintesis pewarna sianin tersulfonasi: senyawa ini merupakan bahan awal untuk membangun pewarna sianin larut air yang dipakai dalam pelabelan fluoresen biomolekul.
  • Pengembangan probe fluoresen: gugus sulfonatnya membantu peneliti merancang probe yang larut dalam buffer berair untuk pencitraan sel dan deteksi analit.
  • Pembuatan pewarna untuk konjugasi protein: pewarna turunannya cenderung kurang beragregasi sehingga lebih sesuai untuk dikonjugasikan pada antibodi, peptida, atau asam nukleat.
  • Sintesis pewarna hemisianin dan merosianin: indolenin ini dapat dikondensasikan dengan aldehida aromatik untuk menghasilkan pewarna sensor pH atau sensor ion.
  • Building block heterosiklik umum: kerangka indolenin tersulfonasi berguna dalam riset kimia organik yang memerlukan inti indol larut air.

Merek TCI (kode produk P2824)
Nomor CAS 184351-56-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik padatan; rujuk sertifikat analisis untuk detail
Penyimpanan wadah tertutup rapat, kering, terlindung dari cahaya, sesuai suhu pada label

Simpan senyawa ini dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, mengikuti suhu yang tercantum pada label TCI. Garam sulfonat dapat bersifat higroskopis, jadi minimalkan waktu wadah terbuka dan pertimbangkan penyimpanan dalam desikator. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menimbang, serta hindari menghirup debu. Tangani reaksi kuaternisasi dan kondensasi di lemari asam, dan baca SDS sebelum penggunaan pertama.

—