5-Phenylthiazol-2-amine dari TCI adalah senyawa heterosiklik dengan inti tiazol yang membawa gugus amino primer pada posisi 2 dan cincin fenil pada posisi 5. Di laboratorium kimia organik dan kimia medisinal, senyawa ini berperan sebagai building block, yaitu bahan awal untuk menyusun molekul yang lebih kompleks. Kerangka 2-aminotiazol sering muncul dalam struktur kandidat obat dan senyawa bioaktif, sehingga bahan ini banyak dipakai saat peneliti merancang dan mensintesis rangkaian turunan baru untuk diuji aktivitasnya.
Senyawa ini dipilih karena memiliki dua titik reaktif yang saling melengkapi. Gugus amino pada posisi 2 dapat diasilasi, dijadikan urea atau tiourea, diubah menjadi sulfonamida, atau dipakai dalam reaksi kopling C–N untuk membangun amina sekunder. Cincin fenil pada posisi 5 memberi bagian aromatik yang memengaruhi lipofilisitas dan interaksi molekul dengan target biologis. Kombinasi cincin tiazol yang kaya heteroatom dan substituen aril ini menjadikannya titik awal yang praktis untuk studi hubungan struktur dan aktivitas tanpa harus membangun cincin tiazol dari awal.
Di Indonesia, bahan seperti ini relevan bagi laboratorium farmasi perguruan tinggi, kelompok riset kimia sintesis, dan pusat penelitian yang mengembangkan senyawa antimikroba, antiinflamasi, maupun antikanker. Kemasan kecil 100 mg dan 500 mg sesuai untuk skala eksplorasi, skripsi, tesis, atau optimasi rute sintesis sebelum peningkatan skala. Peneliti dapat membuat beberapa turunan sekaligus dari satu kemasan sehingga anggaran bahan lebih efisien dan jadwal riset tetap terjaga.
Brosur TCI (PDF)
- Aminothiazole Building Blocks for the Synthesis of Bioactive Compounds 2025-06-26 · hal. 1
- Sintesis amida dan urea turunan aminotiazol: gugus amino primer mudah bereaksi dengan asil klorida, asam karboksilat teraktivasi, atau isosianat sehingga cocok untuk membuat pustaka senyawa.
- Studi hubungan struktur dan aktivitas (SAR): inti 2-aminotiazol dengan substituen fenil memberi kerangka tetap, sementara gugus amino divariasikan untuk melihat pengaruhnya terhadap aktivitas biologis.
- Reaksi kopling C–N terkatalisis logam: amina heteroaromatik ini dapat dipasangkan dengan aril halida untuk membentuk diarilamina yang sering dijumpai dalam kandidat inhibitor kinase.
- Pembentukan sistem heterosiklik terfusi: gugus amino dan nitrogen cincin tiazol dapat ikut dalam reaksi siklisasi untuk membangun kerangka bisiklik seperti imidazotiazol bagi riset kimia medisinal.
- Bahan pembanding dalam pengembangan metode analisis: senyawa berstruktur jelas ini dapat dipakai sebagai standar saat mengembangkan metode KLT atau HPLC untuk memantau reaksi turunan aminotiazol.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 39136-63-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 100mg, 500mg |
| Bentuk fisik | padatan; detail spesifikasi mengacu pada label dan Certificate of Analysis produsen |
| Penyimpanan | simpan rapat, kering, terlindung dari cahaya; ikuti suhu penyimpanan yang tertera pada label |
Simpan senyawa dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung. Amina aromatik dapat berubah warna bila lama terpapar udara dan cahaya, jadi sebaiknya wadah segera ditutup kembali setelah ditimbang. Gunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pengaman, lalu lakukan penimbangan di lemari asam atau area berventilasi baik untuk menghindari terhirupnya debu. Baca Safety Data Sheet (SDS) sebelum digunakan dan buang limbah sesuai prosedur limbah kimia organik di institusi Anda.
—
