2-Phenylthiazole adalah senyawa kimia yang memiliki struktur heterosiklik dengan cincin thiazole yang di substitusi oleh gugus fenil pada posisi 2. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang kimia organik dan farmasi. Dalam laboratorium, 2-Phenylthiazole berperan sebagai komponen penting dalam reaksi substitusi, reaksi coupling, dan pembentukan senyawa dengan aktivitas biologis. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti dalam pengembangan senyawa baru.
2-Phenylthiazole memiliki sifat kimia yang cukup stabil dalam kondisi biasa, namun masih dapat bereaksi dengan berbagai reaktif seperti basa kuat atau pelarut organik. Senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton, sehingga mudah digunakan dalam berbagai proses sintesis. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia yang kompleks tanpa mengalami degradasi yang signifikan.
Di laboratorium Indonesia, 2-Phenylthiazole digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa obat dan bahan kimia industri. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini sebagai bahan baku dalam eksperimen yang memerlukan kestabilan kimia dan reaktivitas yang terkendali.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa obat dengan aktivitas antioksidan
- Pembuatan senyawa kompleks dalam bidang farmakologi
- Pengembangan bahan kimia untuk industri kosmetik
- Reaksi coupling dalam sintesis senyawa heterosiklik
- Penelitian tentang sifat biologis senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1826-11-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2-Phenylthiazole harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan inert seperti plastik atau gelas, dan harus terkunci untuk mencegah kontaminasi atau kebocoran. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi.
- Kenzhetaeva dkk. (2013). Synthesis of 2-amino-4-phenylthiazole-derived thiuram disulfide. Russian Journal of General Chemistry doi:10.1134/s1070363213110285
- Ashry dkk. (2014). Synthesis and Single-Crystal X-Ray Diffraction Studies of an Arylidenethiosemicarbazone and Hydrazonyl-phenylthiazole. Letters in Organic Chemistry doi:10.2174/15701786113106660065
- Souldozi dkk. (2012). ChemInform Abstract: Efficient One‐Pot Synthesis of Alkyl 2‐(Dialkylamino)‐4‐phenylthiazole‐5‐carboxylates and Single Crystal X‐Ray Structure of Methyl 2‐(Diisopropylamino)‐4‐phenylthiazole‐5‐carboxylate.. ChemInform doi:10.1002/chin.201226132
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
