2-Phenylethyl Acrylate dari TCI adalah monomer akrilat yang membawa gugus feniletil pada bagian esternya. TCI mengelompokkannya sebagai building block non-heterosiklik. Senyawa ini menggabungkan ikatan rangkap akrilat yang mudah berpolimerisasi dengan cincin aromatik yang memengaruhi sifat optik dan mekanik polimer hasilnya. Di laboratorium, monomer ini dipakai untuk sintesis homopolimer dan kopolimer akrilat, serta sebagai akseptor Michael dalam sintesis organik. Ia juga dipakai dalam riset resin yang dapat dikeringkan dengan cahaya UV.
Keberadaan cincin fenil membuat polimer turunan monomer ini cenderung punya indeks bias lebih tinggi dibanding akrilat alifatik sederhana. Karena itu, monomer ini menarik untuk riset material optik, lensa, dan pelapis transparan. Gugus spacer etilena di antara cincin aromatik dan ester memberikan fleksibilitas rantai samping, sehingga peneliti dapat menyeimbangkan kekakuan dan kelenturan film. Reaktivitas akrilatnya cocok untuk polimerisasi radikal bebas konvensional maupun teknik terkendali seperti ATRP dan RAFT.
Di Indonesia, monomer ini sesuai untuk laboratorium kimia polimer dan material di perguruan tinggi yang mengembangkan pelapis, perekat, atau material optik. Ia juga relevan untuk tim R&D industri cat dan tinta. Kemasan 5 g ideal untuk uji sintesis awal dan studi kinetika polimerisasi. Kemasan 25 g mendukung pembuatan seri kopolimer dengan komposisi bervariasi. Karena monomer akrilat sensitif terhadap panas dan cahaya, rantai dingin dan penyimpanan yang benar perlu dijaga sejak bahan diterima.
Brosur TCI (PDF)
- Biomaterials Research Reagents 2025-02-19 · hal. 9
- Monomers 2025-05-28 · hal. 5
Produk TCI terkait
- TCI P2714 3683-12-3 2-Phenylethyl Methacrylate (stabilized with HQ)
- TCI A0145 96-33-3 Methyl Acrylate (stabilized with MEHQ)
- TCI A0144 103-11-7 2-Ethylhexyl Acrylate Monomer (stabilized with MEHQ)
- TCI A0143 140-88-5 Ethyl Acrylate (stabilized with MEHQ)
- TCI A0142 141-32-2 Butyl Acrylate (stabilized with MEHQ)
- TCI U0117 31098-20-1 3-Sulfopropyl Acrylate Potassium Salt
- Sintesis polimer berindeks bias tinggi: cincin aromatik pada rantai samping menaikkan indeks bias, sehingga monomer ini cocok untuk riset material optik dan pelapis lensa.
- Formulasi resin UV-curable: gugus akrilat bereaksi cepat dengan fotoinisiator radikal, sehingga monomer ini bisa dipakai sebagai komponen reaktif dalam pelapis dan tinta yang dikeringkan dengan cahaya.
- Polimerisasi radikal terkendali: monomer ini kompatibel dengan teknik ATRP dan RAFT, sehingga bisa dipakai untuk membuat kopolimer blok dengan arsitektur dan berat molekul terkontrol.
- Reaksi adisi Michael: ikatan rangkap akrilat yang miskin elektron bereaksi dengan amina atau tiol, sehingga berguna untuk membangun molekul turunan dalam sintesis organik.
- Modifikasi sifat kopolimer: penambahan unit feniletil ke kopolimer akrilat membantu peneliti mengatur suhu transisi gelas, hidrofobisitas, dan kelenturan film.
| Merek | TCI (kode produk P2888) |
|---|---|
| Nomor CAS | 3530-36-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | lihat label dan CoA dari TCI (keterangan stabilizer, bila ada, tercantum pada label) |
| Penyimpanan | ikuti suhu pada label; lindungi dari panas, cahaya, dan sumber penyulut |
Monomer akrilat dapat berpolimerisasi spontan bila terkena panas, cahaya, atau kontaminan. Karena itu, simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat gelap, sejuk, dan pada suhu sesuai label TCI. Jangan memindahkannya ke wadah logam yang reaktif. Akrilat umumnya dapat mengiritasi dan menyebabkan sensitisasi kulit, jadi gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan bekerja di lemari asam. Jauhkan dari inisiator radikal, peroksida, dan api terbuka. Bacalah SDS sebelum bekerja.
- Lee dkk. (2008). A study on the copolymerization kinetics of phenylethyl acrylate and phenylethyl methacrylate. Macromolecular Research doi:10.1007/bf03218569
- Ghorpade dkk. (2016). Synthesis of 2-phenoxy-2-phenylethyl acrylate and copolymerization with 2-phenylethyl acrylate: Estimation of monomer reactivity ratios, thermal and optical properties. Journal of Macromolecular Science, Part A doi:10.1080/10601325.2016.1176447
- Senthilkumar dkk. (2003). Synthesis, Characterization and Reactivity Ratios of Phenylethyl Acrylate/Methacrylate Copolymers. Journal of Polymer Research doi:10.1023/a:1023938301946
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


