Phosalone dari TCI adalah senyawa organofosfat yang dikenal sebagai insektisida dan akarisida dan pernah dipakai luas di bidang pertanian. Di katalog TCI, senyawa ini tercantum dalam kategori Nutrition Research karena relevan dengan kajian keamanan pangan dan residu pestisida. Di laboratorium, phosalone terutama dipakai sebagai standar analitik untuk memantau residu pestisida pada buah, sayuran, tanah, dan air. Senyawa ini juga dipakai sebagai senyawa uji dalam studi toksikologi yang berkaitan dengan penghambatan enzim asetilkolinesterase.
Phosalone dipilih sebagai standar karena struktur dan sifat kromatografinya sudah dikenal dalam metode multiresidu. Senyawa ini dapat dideteksi dengan GC dan LC yang digabung dengan spektrometer massa. Sebagai organofosfat, mekanisme kerjanya adalah menghambat asetilkolinesterase. Karena itu, senyawa ini juga berguna untuk mengembangkan dan memvalidasi biosensor berbasis enzim serta uji penghambatan enzim. Tersedianya bahan dengan identitas yang jelas penting bagi laboratorium yang perlu menyusun kurva kalibrasi, menguji perolehan kembali, dan menetapkan batas deteksi metode.
Di Indonesia, sektor hortikultura dan perkebunan sangat besar, dan pengawasan residu pestisida menjadi perhatian penting, termasuk untuk produk ekspor. Phosalone relevan bagi laboratorium pengujian pangan, laboratorium lingkungan, balai penelitian pertanian, dan kelompok riset kimia analitik di universitas. Kemasan 250 mg dan 1 g sesuai untuk pembuatan larutan stok standar yang kemudian diencerkan bertingkat. Laboratorium bisa memilih ukuran sesuai frekuensi analisis dan jumlah metode yang dijalankan.
- Standar analisis residu pestisida: phosalone dipakai untuk kalibrasi dan identifikasi pada metode GC-MS atau LC-MS/MS multiresidu untuk sampel buah dan sayuran.
- Validasi metode ekstraksi QuEChERS: senyawa ini dapat ditambahkan ke matriks sampel untuk menguji perolehan kembali dan efisiensi tahap pembersihan.
- Pemantauan lingkungan: laboratorium memakainya sebagai pembanding untuk mendeteksi cemaran organofosfat dalam air, sedimen, dan tanah di sekitar lahan pertanian.
- Pengembangan biosensor asetilkolinesterase: sebagai penghambat enzim yang dikenal, phosalone berguna untuk menguji sensitivitas sensor deteksi cepat pestisida.
- Studi toksikologi dan degradasi: peneliti memakainya untuk mengkaji efek biologis, laju penguraian, dan pembentukan metabolit organofosfat dalam berbagai kondisi.
| Merek | TCI (kode produk P2890) |
|---|---|
| Nomor CAS | 2310-17-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Nutrition Research |
| Ukuran kemasan | 250mg, 1g |
| Bentuk fisik | lihat label dan CoA dari TCI |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan gelap, terpisah dari bahan pangan |
Phosalone adalah senyawa organofosfat yang toksik, jadi tangani dengan sangat hati-hati. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di lemari bahan beracun yang terkunci, sejuk, kering, dan jauh dari bahan pangan atau pakan. Bekerjalah di lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindari kontak kulit, terhirup, dan tertelan. Buang limbah sesuai ketentuan limbah B3. Pelajari SDS dari TCI sebelum memakai bahan ini.
- Altuntas dkk. (2003). Role of reactive oxygen species in organophosphate insecticide phosalone toxicity in erythrocytes in vitro. Toxicology in Vitro doi:10.1016/s0887-2333(02)00133-9
- Issert dkk. (1999). Production of polyclonal antibodies towards the immunodetection of insecticide phosalone. Amino Acids doi:10.1007/bf01361663
- Campi dkk. (2006). Estrogen-like activity of phosalone on MCF7 cell line. Toxicology Letters doi:10.1016/j.toxlet.2006.07.004
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

