Pteroic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, khususnya dalam bidang farmasi dan kimia organik. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa aktif farmakologis, terutama dalam pengembangan obat baru. Sebagai salah satu komponen penting dalam proses sintesis, Pteroic Acid berperan sebagai bahan dasar yang memberikan struktur dasar untuk senyawa-senyawa kompleks.
Pteroic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan sinar matahari. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk penelitian yang memerlukan presisi tinggi. Bahan ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia.
Di laboratorium di Indonesia, Pteroic Acid digunakan oleh peneliti yang bekerja dalam bidang farmasi, kimia, dan biokimia. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian yang berkaitan dengan pengembangan obat, sintesis senyawa organik, dan analisis kualitatif dan kuantitatif. Karena kegunaannya yang luas, Pteroic Acid menjadi salah satu bahan penting dalam laboratorium ilmiah di Indonesia.
- Pemrosesan senyawa aktif farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Sintesis senyawa organik kompleks dalam penelitian kimia murni
- Analisis kualitatif dan kuantitatif dalam laboratorium farmasi
- Pengembangan bahan baku untuk produksi obat generik
- Penelitian tentang mekanisme kerja senyawa biologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 119-24-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Development and Drug Discovery Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 250mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara |
Pteroic Acid harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung. Bahan ini sangat sensitif terhadap kelembapan, sehingga wadah penyimpanannya harus terkunci rapat dan ditempatkan di area kering. Dalam penanganan, harus digunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk meminimalkan risiko kontaminasi atau reaksi kimia yang tidak diinginkan.
- Bartels dkk. (1994). Determination of pteroic acid by high-performance thin-layer chromatography. Journal of Chromatography A doi:10.1016/0021-9673(94)85020-8
- Plumb dkk. (1994). Folic Acid and Pteroic Acid Related to Anemia of Cultured Channel Catfish,Ictalurus punctatus. Journal of Applied Aquaculture doi:10.1300/j028v03n01_07
- Steinberg dkk. (2000). Synthesis and Evaluation of Pteroic Acid-Conjugated Nitroheterocyclic Phosphoramidates as Folate Receptor-Targeted Alkylating Agents. Journal of Medicinal Chemistry doi:10.1021/jm000306g
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
