Paradol, dengan nomor CAS 27113-22-0, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian tentang efek farmakologis dan mekanisme kerja obat. Sebagai salah satu senyawa yang digunakan dalam penelitian klinis dan laboratorium, Paradol memiliki peran penting dalam pengujian aktivitas biologis dan pengembangan obat baru.
Paradol memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah larut dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan penggunaannya dalam berbagai reaksi kimia. Karena sifat tersebut, senyawa ini sering dipilih oleh peneliti untuk digunakan dalam sintesis senyawa kompleks dan pengujian aktivitas biologis. Dalam penelitian, kestabilan dan kelarutan Paradol menjadi faktor utama yang memengaruhi efisiensi eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, Paradol digunakan sebagai bahan baku dalam penelitian ilmiah, terutama di bidang farmasi, biokimia, dan ilmu kesehatan. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan efek farmakologis dan pengujian aktivitas obat. Ketersediaannya memudahkan para peneliti dalam melakukan eksperimen yang memerlukan bahan aktif ini.
Brosur TCI (PDF)
- Phytochemicals 2025-12-17 · hal. 9
- Pengujian aktivitas farmakologis untuk mengevaluasi efek obat pada sel dan jaringan
- Sintesis senyawa kompleks dalam bidang kimia organik dan farmakologi
- Penelitian tentang mekanisme kerja obat dalam sistem biologis
- Pengembangan obat baru melalui uji in vitro dan in vivo
- Eksperimen untuk mengevaluasi toksisitas dan respons fisiologis terhadap senyawa aktif
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 27113-22-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Paradol harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk menjaga kestabilan dan kualitasnya. Penyimpanan pada suhu kamar yang sejuk dan kering sangat disarankan. Dalam penggunaan, pastikan wadah tidak terbuka terlalu lama untuk mencegah kontaminasi atau penguapan. Selalu gunakan sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk menghindari paparan langsung.
- Lgaz dkk. (2025). Mechanistic Evaluation of Radical Scavenging Pathways in Ginger Phenolics: A DFT Study of 6-Gingerol, 6-Shogaol, and 6-Paradol. International Journal of Molecular Sciences doi:10.3390/ijms262211217
- Bare dkk. (2022). KAJIAN IN SILICO 6-PARADOL SEBAGAI HERBAL ALTERNATIF PENGOBATAN PENYAKIT ALZHEIMER. Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian doi:10.37874/ms.v7i2.289
- Wei dkk. (2017). 6-Paradol and 6-Shogaol, the Pungent Compounds of Ginger, Promote Glucose Utilization in Adipocytes and Myotubes, and 6-Paradol Reduces Blood Glucose in High-Fat Diet-Fed Mice. International Journal of Molecular Sciences doi:10.3390/ijms18010168
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsCrude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use
- Biochemicals and ReagentsPhenylpropanoids, Aromatic PolyketidesPhenylpropanoids
- Cell BiologyCancer ResearchAntitumor Agents for Research
- Cell BiologyNutrition ResearchPhytochemicals
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchCrude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use








