Paraoxon adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian biologi sel dan nutrisi. Bahan ini berperan sebagai inhibitor enzim acetylcholinesterase, yang memungkinkan peneliti mempelajari mekanisme kerja sistem saraf dan proses metabolisme dalam tubuh. Dalam laboratorium, Paraoxon sering digunakan untuk mengevaluasi efek toksik pada organisme atau sebagai alat untuk mempelajari interaksi antara senyawa kimia dan sel hidup.
Paraoxon memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap enzim tertentu. Karena sifat ini, bahan ini dipilih dalam penelitian yang membutuhkan pengujian kepekaan enzim atau pengaruh senyawa tertentu terhadap fungsi biologis. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemudahan dalam pembuatan larutan membuatnya sangat praktis untuk digunakan dalam berbagai eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, Paraoxon digunakan dalam penelitian terkait kesehatan masyarakat, nutrisi, dan bioteknologi. Bahan ini juga diterapkan dalam studi tentang efek toksik senyawa organofosfat pada organisme, yang relevan dengan kebijakan lingkungan dan kesehatan. Karena kegunaannya yang luas, Paraoxon menjadi bahan penting dalam laboratorium yang fokus pada bidang biologi sel dan nutrisi.
- Penelitian tentang efek toksik senyawa organofosfat pada sistem saraf
- Uji kepekaan enzim acetylcholinesterase dalam proses metabolisme
- Analisis interaksi antara senyawa kimia dan sel hidup dalam lingkungan laboratorium
- Studi tentang mekanisme kerja sistem saraf pada hewan uji
- Evaluasi dampak lingkungan dari senyawa kimia tertentu pada ekosistem
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 311-45-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Nutrition Research |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Paraoxon harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifat kimianya yang reaktif, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak terbuka selama penyimpanan dan hindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Penyimpanan yang tepat akan mempertahankan kualitas bahan dan meminimalkan risiko kecelakaan di laboratorium.
- Ghosh dkk. (2004). Dephosphorylation of paraoxon by hydroxamate ions in micellar media. Tetrahedron Letters doi:10.1016/j.tetlet.2004.10.023
- Kardos (2000). Interactions of the Organophosphates Paraoxon and Methyl Paraoxon with Mouse Brain Acetylcholinesterase. Toxicological Sciences doi:10.1093/toxsci/58.1.118
- Cremisini dkk. (1995). Evaluation of the use of free and immobilised acetylcholinesterase for paraoxon detection with an amperometric choline oxidase based biosensor. Analytica Chimica Acta doi:10.1016/0003-2670(94)00618-v
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

