Penoxsulam, dengan nomor CAS 219714-96-2, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang kehidupan, terutama dalam studi nutrisi sel. Bahan ini berfungsi sebagai inhibitor enzim, terutama dalam proses metabolisme nitrogen. Penoxsulam sering digunakan dalam eksperimen untuk mengontrol aktivitas enzim tertentu, sehingga memungkinkan peneliti mempelajari mekanisme biokimia secara lebih terarah. Dalam laboratorium, bahan ini menjadi alat penting untuk menguji respons sel terhadap perubahan lingkungan atau pengaruh eksogen.
Penoxsulam memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan penggunaannya dalam berbagai eksperimen. Bahan ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, yang memperluas aplikasinya dalam berbagai metode analisis. Karena sifatnya yang tidak beracun dalam dosis tertentu, Penoxsulam dipilih sebagai bahan yang relatif aman untuk digunakan dalam penelitian laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Penoxsulam digunakan dalam penelitian nutrisi sel dan studi metabolisme. Bahan ini sering ditemukan dalam eksperimen yang melibatkan pengujian efek senyawa tertentu terhadap fungsi enzim. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia mengandalkan Penoxsulam untuk memperoleh data yang akurat dan relevan dalam studi biokimia.
- Penelitian nutrisi sel untuk memahami mekanisme metabolisme nitrogen
- Pengujian aktivitas enzim dalam lingkungan eksperimental yang terkontrol
- Studi tentang pengaruh senyawa tertentu terhadap fungsi sel
- Eksperimen untuk mengembangkan metode penghambatan enzim secara efektif
- Analisis interaksi molekuler dalam proses biokimia sel
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 219714-96-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Nutrition Research |
| Ukuran kemasan | 200mg |
| Bentuk fisik | Serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Penoxsulam harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya langsung dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Penyimpanan yang tepat memastikan kualitas bahan tetap terjaga dan mengurangi risiko kontaminasi atau degradasi.
- (2021). Dermal Toxicity Study in Wistar Rats against Penoxsulam Herbicide. International Journal of Pharmaceutical Research doi:10.31838/ijpr/2021.13.02.307
- Karunatilake (2011). Acute Renal Failure following Penoxsulam poisoning. Clinical Toxicology doi:10.3109/15563650.2011.633492
- Gao dkk. (2025). Glutathione S -Transferase Gene GST1 Metabolizing Penoxsulam and Conferring Penoxsulam Resistance in Echinochloa phyllopogon. Journal of Agricultural and Food Chemistry doi:10.1021/acs.jafc.5c01661
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

