Pyrithiobac Sodium adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang kehidupan, terutama dalam studi nutrisi dan biologi sel. Bahan ini sering ditemukan dalam lingkungan mikrobiologis dan memiliki aktivitas biologis yang menarik, sehingga menjadi bahan penting dalam pengembangan produk farmasi dan nutrisi. Dalam laboratorium, Pyrithiobac Sodium digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai bahan uji dalam penelitian kesehatan dan lingkungan.
Pyrithiobac Sodium memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu dan dapat larut dalam pelarut organik. Karena sifat tersebut, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia. Selain itu, Pyrithiobac Sodium memiliki daya reaksi yang baik, sehingga cocok untuk reaksi kimia yang memerlukan kecepat dan akurasi. Karena kestabilannya, senyawa ini juga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Di laboratorium Indonesia, Pyrithiobac Sodium sering digunakan dalam penelitian bidang nutrisi dan biologi sel. Peneliti lokal menggunakan bahan ini untuk studi tentang efek nutrisi terhadap pertumbuhan sel atau untuk pengembangan produk suplemen yang memiliki aktivitas biologis. Bahan ini juga menjadi bagian dari penelitian yang berfokus pada pengelolaan limbah atau degradasi bahan organik.
- Penelitian nutrisi untuk mengevaluasi efek senyawa pada pertumbuhan sel
- Pengembangan produk farmasi yang memanfaatkan aktivitas biologis senyawa ini
- Uji kualitas bahan baku dalam sintesis senyawa kimia kompleks
- Studi lingkungan untuk mengamati dampak senyawa pada mikroorganisme
- Penelitian bioteknologi terkait modifikasi genetik dan aktivitas enzim
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 123343-16-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Nutrition Research |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Pyrithiobac Sodium harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini juga harus dihindari dari paparan panas berlebihan dan jauh dari bahan kimia yang bersifat oksidatif.
- Guerra dkk. (2011). Persistência de trifloxysulfuron-sodium e pyrithiobac-sodium em diferentes tipos de solo. Planta Daninha doi:10.1590/s0100-83582011000300022
- Wilcut (1998). Influence of pyrithiobac sodium on purple (Cyperus rotundus) and yellow nutsedge (C. esculentus). Weed Science doi:10.1017/s0043174500090251
- NEZU dkk. (1999). Development of a New Cotton Herbicide, Pyrithiobac Sodium. Journal of Pesticide Science doi:10.1584/jpestics.24.217
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

