Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 55484-53-2

1,3-Dioxoisoindolin-2-yl Acrylate TCI P3351

1,3-Dioxoisoindolin-2-yl Acrylate TCI P3351

Identitas Kimia

No. CAS
55484-53-2
Kemurnian
>98.0%(GC)
Harga reguler Rp 1.378.650,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.378.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI P3351 1,3-Dioxoisoindolin-2-yl Acrylate, atau N-(akriloiloksi)ftalimida, adalah monomer akrilat dengan gugus ester N-hidroksiftalimida. Senyawa ini merupakan pasangan akrilat dari monomer metakrilat sejenis. Di laboratorium ilmu material, monomer ini dipakai untuk menyusun polimer yang membawa gugus ester aktif dan redox-active pada rantai samping. Polimer seperti ini menjadi platform serbaguna untuk modifikasi kimia lanjutan setelah polimerisasi.

Dibandingkan versi metakrilat, monomer akrilat tidak memiliki gugus metil pada karbon alfa. Perbedaan ini umumnya memengaruhi kereaktifan polimerisasi, kelenturan rantai, dan sifat termal polimer yang dihasilkan, sehingga peneliti dapat memilih di antara keduanya sesuai kebutuhan. Gugus ftalimida-ester pada rantai samping mudah bereaksi dengan amina untuk membentuk amida, dan juga dapat menjadi sumber radikal melalui jalur dekarboksilatif. Kombinasi ini menjadikannya monomer menarik untuk riset material fungsional dan konjugasi.

Bagi peneliti polimer di Indonesia, monomer ini berguna untuk mengembangkan pelapis fungsional, permukaan termodifikasi, material biokonjugat, atau pustaka polimer melalui modifikasi pascapolimerisasi. Kemasan 1g dan 5g tepat untuk eksplorasi skala laboratorium, termasuk optimasi kondisi polimerisasi dan pembandingan langsung dengan monomer metakrilat sejenis dalam satu proyek riset.

Kelebihan (brosur TCI)

  • Menghasilkan polimer yang dapat mengubah struktur rantai utama menjadi etilena atau propilena melalui reaksi polimer atau modifikasi pasca-polimerisasi

  • Sintesis poliakrilat ester aktif: monomer ini menghasilkan polimer dengan rantai samping reaktif terhadap amina sehingga memudahkan pemasangan berbagai gugus fungsi setelah polimerisasi.
  • Pembandingan struktur–sifat polimer: peneliti dapat membandingkannya dengan versi metakrilat untuk mempelajari pengaruh gugus metil alfa terhadap kelenturan dan sifat termal polimer.
  • Biokonjugasi pada polimer: gugus ester aktif dapat bereaksi dengan amina pada biomolekul atau ligan sehingga cocok untuk riset material biokompatibel dan pembawa senyawa aktif.
  • Modifikasi permukaan: lapisan polimer dari monomer ini dapat difungsionalisasi lebih lanjut untuk mengubah sifat permukaan, misalnya keterbasahan atau kemampuan mengikat molekul tertentu.
  • Kimia radikal pada polimer: ester N-(asiloksi)ftalimida bersifat redox-active sehingga memungkinkan fungsionalisasi dekarboksilatif rantai samping di bawah kondisi fotoredoks atau katalitik.

Dari brosur TCI

  • Kopolimerisasi dengan monomer akrilat dilanjutkan modifikasi pasca-polimerisasi
  • Perlakuan polimer dengan asam (H+) (Ref. 1, 2)
  • Modifikasi dengan reagen tipe nitroksida (Ref. 3)

Merek TCI
Nomor CAS 55484-53-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik rujuk sertifikat analisis TCI
Penyimpanan sejuk, kering, gelap, jauh dari inisiator radikal; ikuti label dan SDS

Data dari brosur TCI

Kemasan1g / 5g

Sumber: TCI brochure FF227 (2026-02-05)

Monomer akrilat umumnya reaktif dan dapat berpolimerisasi tanpa sengaja bila terkena panas, cahaya, atau kontaminan radikal. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan gelap, pada suhu yang direkomendasikan label. Hindari kelembapan karena ester aktif dapat terhidrolisis. Senyawa akrilat dapat mengiritasi kulit dan memicu sensitisasi, jadi gunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta bekerja di lemari asam. Baca SDS untuk detail bahaya dan pembuangan limbah.

—