Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 91-19-0

Quinoxaline TCI Q0020

Quinoxaline TCI Q0020

Identitas Kimia

No. CAS
91-19-0
PubChem
CID 7045·SID 87575557
Rumus molekul
C8H6N2
Berat molekul
130.15 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
quinoxaline
SMILES
C1=CC=C2C(=C1)N=CC=N2
InChIKey
XSCHRSMBECNVNS-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.538.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.538.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Quinoxaline TCI Q0020 adalah senyawa heterosiklik aromatik yang terdiri atas cincin benzena dan cincin pirazina yang menyatu. Cincin pirazina memiliki dua atom nitrogen pada posisi 1 dan 4. Quinoxaline termasuk golongan benzodiazina dan merupakan isomer struktural dari quinazolina, cinnolina, dan ftalazina. Kerangka quinoxaline ditemukan pada banyak senyawa bioaktif, zat warna, dan material elektronik organik. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai building block dasar, ligan, dan senyawa acuan.

Adanya dua atom nitrogen membuat cincin quinoxaline bersifat kekurangan elektron. Karena itu, quinoxaline lazim dipakai sebagai unit penerima elektron dalam rancangan molekul donor–akseptor untuk material optoelektronik. Kedua nitrogennya juga dapat berkoordinasi dengan ion logam, sehingga quinoxaline berguna sebagai ligan penghubung dalam kimia koordinasi. Dalam kimia medisinal, kerangka quinoxaline banyak diteliti karena aktivitas antibakteri, antivirus, dan antikankernya. Bentuk dasar tanpa substituen ini memberi peneliti titik awal yang bersih untuk berbagai jalur fungsionalisasi.

Di Indonesia, quinoxaline cocok untuk kelompok riset kimia organik sintesis, kimia medisinal, dan material organik di universitas maupun lembaga riset. Kelompok tersebut biasanya membangun senyawa turunan untuk uji aktivitas biologis atau untuk perangkat seperti OLED dan sel surya organik. Kemasan 25g memadai untuk serangkaian percobaan sintesis dan studi karakterisasi.

  • Sintesis turunan bioaktif: kerangka quinoxaline menjadi dasar bagi banyak kandidat antibakteri, antivirus, dan antikanker, sehingga sering dimodifikasi dalam riset kimia medisinal.
  • Unit akseptor pada material organik: sifat cincinnya yang kekurangan elektron membuat quinoxaline cocok sebagai akseptor dalam molekul donor–akseptor untuk OLED dan fotovoltaik.
  • Ligan dalam kimia koordinasi: dua atom nitrogennya dapat menjembatani pusat logam sehingga berguna untuk merancang kompleks logam dan polimer koordinasi.
  • Senyawa acuan analitik: quinoxaline dapat dipakai sebagai standar dalam metode kromatografi untuk identifikasi senyawa diazina dalam sampel pangan atau lingkungan.
  • Pendidikan kimia heterosiklik: struktur benzodiazina yang sederhana menjadikannya contoh yang baik untuk membahas aromatisitas dan reaktivitas heterosiklik bernitrogen ganda.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 91-19-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik padatan bertitik leleh rendah yang dapat mencair pada suhu ruang yang hangat; rincian mengacu pada CoA dari TCI
Penyimpanan tertutup rapat, sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya

Quinoxaline dapat melunak atau mencair bila suhu ruang cukup hangat. Karena itu, simpan dalam botol aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya. Bila bahan meleleh sebagian, homogenkan dengan hati-hati sebelum menimbang. Jauhkan dari oksidator kuat dan asam kuat. Kerjakan pemindahan bahan di lemari asam atau area berventilasi baik. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium untuk menghindari kontak dengan kulit dan mata. Baca SDS sebelum digunakan dan buang limbahnya sesuai prosedur.

  • TOMAN dkk. (1995). ChemInform Abstract: Studies in Quinoxaline Series. Part 19. Structure of Reaction Products of Some Substituted Quinoxaline N‐Oxides with Carbanions.. ChemInform doi:10.1002/chin.199518184
  • Matsumoto dkk. (2015). Systematic Investigation of Fluorescence Properties of Symmetric and Asymmetric Diazolo[1,2-a:2′,1′-c]quinoxaline Derivatives. HETEROCYCLES doi:10.3987/com-15-13189
  • Krishnan dkk. (2000). ChemInform Abstract: Formation of 1‐Phenyl‐4‐oxo[1,2,4]triazolo[4,3‐a]quinoxaline from 2‐Chloro‐3‐(2′‐benzylidenehydrazino)quinoxaline During Dehydrogenative Cyclization Using Cupric Acetate.. ChemInform doi:10.1002/chin.200019046

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.