Rhodanine-3-propionic Acid (TCI R0060) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa dengan struktur kompleks. Sebagai salah satu komponen dalam keluarga rhodanine, senyawa ini memiliki potensi dalam reaksi substitusi dan reaksi siklis yang diinginkan oleh para peneliti.
Rhodanine-3-propionic Acid memiliki struktur molekuler yang unik, dengan gugus karboksilat dan ring heterosiklik yang memungkinkan reaktivitas tinggi dalam berbagai kondisi reaksi. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk penelitian dalam bidang sintesis organik, farmakologi, dan material kimia. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktif, bahan ini sangat cocok untuk digunakan dalam laboratorium yang membutuhkan presisi dan akurasi.
Di laboratorium Indonesia, Rhodanine-3-propionic Acid sering digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan. Bahan ini menjadi bagian dari proses sintesis senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang medis, industri, dan lingkungan. Ketersediaannya di pasar lokal menjadikannya pilihan yang praktis bagi para peneliti dan institusi pendidikan.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa dengan struktur kompleks
- Penelitian bidang farmakologi dan bioorganik
- Pembuatan bahan kimia untuk industri material dan polimer
- Pengembangan senyawa yang memiliki aktivitas biologis tinggi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7025-19-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Rhodanine-3-propionic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering, serta jauh dari sumber cahaya langsung. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya disimpan di area yang terpisah dari bahan kimia lainnya untuk menghindari risiko reaksi silang. Penanganan harus dilakukan dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk memastikan keselamatan.
—
