Rivaroxaban adalah senyawa farmakologis yang digunakan dalam penelitian farmakologi dan biokimia untuk mempelajari mekanisme kerja obat antikoagulan. Bahan ini memiliki peran penting dalam eksperimen yang berkaitan dengan pembekuan darah dan fungsi trombosit. Sebagai reagen penelitian, Rivaroxaban digunakan untuk menguji efek inhibisi faktor Xa dan pengaruhnya terhadap proses pembekuan darah. Produk ini sangat relevan dalam laboratorium yang melakukan penelitian tentang obat-obatan dan terapi medis. Rivaroxaban memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat digunakan dalam berbagai kondisi eksperimen. Senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah dalam proses penyiapan larutan. Keistimewaan lain adalah kemampuannya untuk mempertahankan aktivitas biologisnya dalam berbagai kondisi penelitian. Hal ini menjadikannya pilihan yang ideal untuk eksperimen yang memerlukan konsistensi dan akurasi. Di laboratorium Indonesia, Rivaroxaban digunakan dalam penelitian ilmiah yang berkaitan dengan farmakologi, biokimia, dan medis. Bahan ini menjadi alat penting untuk pengembangan obat baru dan studi terapi antikoagulan. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian mengandalkan produk ini untuk eksperimen yang memerlukan senyawa farmakologis yang stabil dan akurat.
Brosur TCI (PDF)
- Thiophenes 2026-06-29 · hal. 10
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 23
- Penelitian tentang mekanisme kerja obat antikoagulan
- Uji aktivitas inhibisi faktor Xa dalam larutan biokimia
- Pengembangan obat baru untuk pengobatan penyakit pembekuan darah
- Eksperimen untuk memahami efek farmakologis Rivaroxaban pada sistem koagulasi
- Studi tentang interaksi senyawa antikoagulan dengan protein plasma
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 366789-02-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Rivaroxaban harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung serta kelembapan. Penyimpanan pada suhu kamar yang stabil sangat disarankan untuk menjaga kualitas dan aktivitas senyawa. Dalam laboratorium, produk ini harus ditangani dengan hati-hati dan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak terbuka dan selalu ditempatkan di area yang aman dari paparan silinder atau bahan kimia lain yang berpotensi merusak.
- (2025). Rezidivprophylaxe nach venösen Thrombembolien: Apixaban schlägt Rivaroxaban. Phlebologie doi:10.1055/a-2479-8820
- (2013). Venöse und arterielle Antikoagulation - Wie Rivaroxaban die Therapie verändern kann. Der Klinikarzt doi:10.1055/s-0033-1337673
- (2018). Weniger Nierenschäden unter Dabigatran und Rivaroxaban als unter Warfarin. Aktuelle Kardiologie doi:10.1055/s-0043-125098
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antithrombotic Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Cell BiologyCell Signaling and NeuroscienceKinase/Phosphatase Biology
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antithrombotic Ingredients (for Research and Experimental Use)




