Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 259244-14-9

Spermidine Phosphate TCI S0068

Spermidine Phosphate TCI S0068

Identitas Kimia

No. CAS
259244-14-9
PubChem
CID 44630470·SID 87575692
Rumus molekul
C7H28N3O12P3
Berat molekul
439.23 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
N'-(3-aminopropyl)butane-1,4-diamine;phosphoric acid
SMILES
C(CCNCCCN)CN.OP(=O)(O)O.OP(=O)(O)O.OP(=O)(O)O
InChIKey
ZYCAJSUBDPNHQL-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.644.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.644.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Spermidine Phosphate dari TCI adalah garam fosfat dari spermidina, suatu poliamina alami yang ditemukan di hampir semua sel hidup. Spermidina berperan dalam berbagai proses seluler, termasuk stabilisasi asam nukleat, pengaturan pertumbuhan sel, sintesis protein, dan autofagi. Di laboratorium, senyawa ini termasuk molekul kecil bioaktif yang digunakan dalam penelitian biologi sel, biokimia, dan biologi molekuler untuk mempelajari peran poliamina dan sebagai aditif dalam berbagai reaksi enzimatik.

Bentuk garam fosfat dipilih karena umumnya lebih mudah ditangani dibandingkan basa bebas spermidina, yang cenderung higroskopis dan dapat menyerap karbon dioksida dari udara. Dalam bentuk garam, bahan lebih praktis ditimbang secara akurat. Spermidina bermuatan positif pada pH fisiologis sehingga dapat berinteraksi dengan DNA dan RNA yang bermuatan negatif, membantu pemadatan dan stabilisasi asam nukleat. Sifat inilah yang membuatnya sering dipakai dalam reaksi transkripsi in vitro dan berbagai protokol biologi molekuler.

Di laboratorium Indonesia, Spermidine Phosphate berguna bagi peneliti bioteknologi, kedokteran, dan biologi molekuler di perguruan tinggi serta lembaga riset. Topik seperti autofagi, penuaan sel, stres oksidatif, dan regulasi pertumbuhan sel semakin banyak diteliti, dan spermidina menjadi salah satu senyawa model yang penting. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai dengan kebutuhan riset sel yang umumnya memakai konsentrasi kecil namun membutuhkan bahan berkualitas konsisten.

Brosur TCI (PDF)

  • Studi autofagi dan penuaan sel, karena spermidina dikenal sebagai senyawa yang dapat memicu autofagi sehingga sering dipakai sebagai perlakuan model dalam kultur sel.
  • Aditif reaksi transkripsi in vitro, karena poliamina bermuatan positif membantu menstabilkan cetakan DNA dan dapat meningkatkan efisiensi sintesis RNA.
  • Penelitian metabolisme poliamina, karena senyawa ini menjadi substrat atau pembanding untuk mempelajari enzim biosintesis dan degradasi poliamina dalam sel.
  • Stabilisasi dan pemadatan asam nukleat, karena interaksi elektrostatik spermidina dengan DNA berguna dalam studi struktur kromatin dan kristalisasi asam nukleat.
  • Penelitian pertumbuhan dan proliferasi sel, karena poliamina berperan penting dalam siklus sel sehingga suplementasinya membantu mengevaluasi respons sel terhadap perlakuan.

Merek TCI (kode produk S0068)
Nomor CAS 259244-14-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Cell Biology > Bioactive Small Molecules
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik umumnya berupa padatan serbuk berwarna putih
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, ikuti suhu penyimpanan pada label produk

Simpan Spermidine Phosphate dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan dan cahaya, serta ikuti rekomendasi suhu yang tercantum pada label atau SDS. Untuk pemakaian dalam kultur sel, siapkan larutan stok dengan air atau buffer steril, saring bila perlu, lalu bagi menjadi alikuot agar tidak berulang kali dibekukan dan dicairkan. Hindari kontak dengan kulit dan mata serta penghirupan debu. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung.

—