Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 63-74-1

Sulfanilamide, CAS 63-74-1, TCI S0119

Sulfanilamide, CAS 63-74-1, TCI S0119

Identitas Kimia

No. CAS
63-74-1
PubChem
CID 5333·SID 87575729
Rumus molekul
C6H8N2O2S
Berat molekul
172.21 g/mol
Kemurnian
>99.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4-aminobenzenesulfonamide
SMILES
C1=CC(=CC=C1N)S(=O)(=O)N
InChIKey
FDDDEECHVMSUSB-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 557.550,00
Harga reguler Rp 405.300,00 Harga obral Rp 557.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Lihat contoh CoA (contoh format — nilai aktual sesuai lot pengiriman)

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Sulfanilamide dari TCI adalah senyawa sulfonamida aromatik yang dikenal sebagai salah satu agen antibakteri sintetis pertama dalam sejarah farmakologi. Pada katalog TCI, bahan ini masuk kelompok antibiotik dalam biokimia dan reagen ilmu hayati. Di laboratorium, sulfanilamide memiliki dua peran penting. Pertama, sebagai senyawa acuan dalam studi aktivitas antibakteri. Kedua, sebagai komponen pereaksi Griess yang dipakai luas untuk menentukan kadar nitrit dalam air, makanan, dan sampel biologis.

Bahan ini dipilih karena mekanisme kerjanya sudah terdokumentasi dengan baik. Sulfanilamide menghambat enzim dihidropteroat sintase pada bakteri dengan menyaingi asam p-aminobenzoat, sehingga sintesis folat terhambat. Hal ini menjadikannya kontrol yang andal dalam riset mikrobiologi dan resistensi antibiotik. Dalam kimia analitik, gugus amina aromatik primernya mudah didiazotisasi oleh nitrit. Produk diazonium tersebut kemudian dikopling dengan reagen seperti N-(1-naftil)etilenadiamina, sehingga terbentuk zat warna azo yang intensitasnya dapat diukur secara spektrofotometri.

Di Indonesia, sulfanilamide sangat relevan untuk laboratorium pengujian kualitas air, laboratorium pangan yang memeriksa kadar nitrit pada produk daging olahan, laboratorium lingkungan, serta riset mikrobiologi di universitas. Kemasan 25g, 100g, dan 500g memberi keleluasaan, mulai dari kebutuhan praktikum hingga laboratorium pengujian dengan volume sampel tinggi yang membutuhkan reagen Griess dalam jumlah besar.

  • Penentuan nitrit metode Griess: gugus amina aromatiknya bereaksi dengan nitrit membentuk garam diazonium yang kemudian dikopling menjadi zat warna azo untuk diukur spektrofotometri.
  • Analisis nitrit pada air dan lingkungan: reagen berbasis sulfanilamide lazim dipakai dalam pemantauan kualitas air sungai, air limbah, dan air minum di laboratorium lingkungan.
  • Pengujian nitrit pada produk pangan: laboratorium pangan memakai metode ini untuk memeriksa kadar nitrit pada daging olahan dan produk yang memakai pengawet nitrit.
  • Kontrol pembanding uji antibakteri: mekanisme penghambatan sintesis folat yang sudah dikenal menjadikannya standar acuan dalam studi kepekaan dan resistensi bakteri.
  • Bahan dasar sintesis sulfonamida baru: kerangka sulfanilamide menjadi titik awal pembuatan turunan sulfonamida dalam riset kimia medisinal dan pengembangan senyawa bioaktif.

Merek TCI
Nomor CAS 63-74-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics
Ukuran kemasan 25g, 100g, 500g
Bentuk fisik padatan kristal (detail tercantum pada CoA/label produk)
Penyimpanan wadah tertutup rapat, sejuk, kering, terlindung dari cahaya

Simpan sulfanilamide dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung, karena senyawa amina aromatik dapat berubah warna bila terpapar cahaya dan udara dalam waktu lama. Larutan reagen Griess sebaiknya disimpan dalam botol gelap dan dibuat ulang secara berkala. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas lab. Hindari menghirup debu, karena sebagian orang dapat mengalami reaksi alergi terhadap sulfonamida. Jauhkan dari oksidator kuat dan ikuti SDS.

  • Burckhardt (2009). Untersuchungen über die Photoaktivität einiger Sulfanilamide. Dermatologica doi:10.1159/000254584
  • Uhlemann dkk. (2017). Laser desorption single-conformation UV and IR spectroscopy of the sulfonamide drug sulfanilamide, the sulfanilamide–water complex, and the sulfanilamide dimer. Physical Chemistry Chemical Physics doi:10.1039/c7cp01464c
  • López-Sánchez dkk. (2008). Pharmaceutical powders analysis using FT-Raman spectrometry: Simultaneous determination of sulfathiazole and sulfanilamide. Talanta doi:10.1016/j.talanta.2007.10.015

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.