Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 6101-15-1

Succinylcholine Chloride Dihydrate, CAS 6101-15-1, TCI S0149

Succinylcholine Chloride Dihydrate, CAS 6101-15-1, TCI S0149

Identitas Kimia

No. CAS
6101-15-1
PubChem
CID 22475·SID 87575750
Rumus molekul
C14H30Cl2N2O4
Berat molekul
361.3 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
trimethyl-[2-[4-oxo-4-[2-(trimethylazaniumyl)ethoxy]butanoyl]oxyethyl]azanium dichloride
SMILES
C[N+](C)(C)CCOC(=O)CCC(=O)OCC[N+](C)(C)C.[Cl-].[Cl-]
InChIKey
YOEWQQVKRJEPAE-UHFFFAOYSA-L
Harga reguler Rp 1.483.650,00
Harga reguler Rp 1.053.150,00 Harga obral Rp 1.483.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Succinylcholine Chloride Dihydrate dari TCI adalah garam klorida dihidrat dari suksinilkolin, yang juga dikenal sebagai suksametonium. Secara struktur, molekulnya terdiri atas dua unit kolin yang terhubung lewat ester asam suksinat, dengan dua gugus amonium kuartener di kedua ujungnya. Di laboratorium, senyawa ini dikenal sebagai agen penghambat neuromuskular tipe depolarisasi. Karena itu, bahan ini dipakai dalam riset farmakologi, studi reseptor asetilkolin nikotinik, dan kajian enzim kolinesterase. Produk ini hanya untuk riset dan eksperimen, bukan untuk pemakaian klinis pada manusia atau hewan.

Peneliti memilih senyawa ini karena mekanisme kerjanya sudah terdokumentasi dengan baik dan strukturnya mirip dua molekul asetilkolin yang dihubungkan. Kemiripan ini membuatnya berguna sebagai pembanding dalam studi interaksi ligan dengan reseptor nikotinik. Ikatan esternya dihidrolisis oleh butirilkolinesterase, sehingga senyawa ini sering dipakai sebagai substrat untuk mengukur aktivitas enzim tersebut. Bentuk dihidrat berupa garam yang mudah larut dalam air, jadi praktis untuk membuat larutan stok dan larutan buffer.

Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium farmakologi dan toksikologi di fakultas farmasi dan kedokteran, laboratorium biokimia yang meneliti kolinesterase, serta laboratorium analisis yang membutuhkan bahan pembanding untuk pengembangan metode kromatografi. Kemasan 5g sesuai untuk kebutuhan riset dan validasi metode. Karena aktivitas biologisnya kuat, pemakaiannya harus mengikuti prosedur keselamatan dan pencatatan inventaris bahan berbahaya yang berlaku di masing-masing institusi.

Brosur TCI (PDF)

  • Studi reseptor asetilkolin nikotinik, karena senyawa ini adalah agonis depolarisasi klasik yang menjadi pembanding mekanisme pada persiapan jaringan atau sel percobaan.
  • Pengukuran aktivitas butirilkolinesterase, karena ikatan ester suksinilkolin dihidrolisis enzim ini sehingga laju penguraiannya menggambarkan aktivitas dan varian enzim dalam sampel.
  • Pengembangan dan validasi metode HPLC atau LC-MS, karena senyawa amonium kuartener ini cocok sebagai analit model untuk kromatografi senyawa yang sangat polar dan bermuatan.
  • Riset farmakologi otot rangka in vitro, karena efek blokade neuromuskular depolarisasinya dapat dibandingkan dengan agen non-depolarisasi dalam model eksperimen yang terkontrol.
  • Kajian stabilitas larutan ester kolin, karena hidrolisis ikatan esternya dipengaruhi pH dan suhu sehingga cocok untuk studi kinetika degradasi dalam medium berair.

Merek TCI
Nomor CAS 6101-15-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Synthetic Reagents > Acids, Bases [Synthetic Reagents]
Ukuran kemasan 5g
Bentuk fisik padatan kristalin (lihat label dan CoA)
Penyimpanan wadah tertutup rapat, kering, terlindung dari kelembapan; ikuti suhu pada label

Senyawa ini sangat aktif secara farmakologis dan berbahaya bila tertelan, terhirup, atau masuk ke tubuh lewat cara lain. Tangani di lemari asam atau area berventilasi baik dengan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pengaman, dan jangan sampai terbentuk debu. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, terlindung dari kelembapan, dan ikuti suhu penyimpanan yang tertulis pada label. Larutan berair dapat terhidrolisis seiring waktu, jadi sebaiknya buat larutan segar. Simpan di lemari terkunci, catat penggunaannya, dan baca SDS sebelum bekerja.

  • Szterk dkk. (2018). Application of hydrophilic interaction liquid chromatography for the quantification of succinylcholine in Active Pharmaceutical Ingredient and medicinal product. Identification of new impurities of succinylcholine chloride. Heliyon doi:10.1016/j.heliyon.2018.e01097
  • (2015). A Rare Suicidal Method: Succinylcholine Chloride Injection. Annals of Clinical and Analytical Medicine doi:10.4328/jcam.965
  • Alexander dkk. (2007). Unidirectional Electroshock Relaxed by Succinylcholine Chloride. Confinia Neurologica doi:10.1159/000105433

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.