Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 155-41-9

Scopolamine Methyl Bromide, CAS 155-41-9, TCI S0231

Scopolamine Methyl Bromide, CAS 155-41-9, TCI S0231

Identitas Kimia

No. CAS
155-41-9
PubChem
CID 44630477·SID 87575768
Rumus molekul
C18H24BrNO4
Berat molekul
398.3 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
[(1R,2R,4S)-9,9-dimethyl-3-oxa-9-azoniatricyclo[3.3.1.02,4]nonan-7-yl] (2S)-3-hydroxy-2-phenylpropanoate bromide
SMILES
C[N+]1([C@@H]2CC(CC1[C@H]3[C@@H]2O3)OC(=O)[C@H](CO)C4=CC=CC=C4)C.[Br-]
InChIKey
CXYRUNPLKGGUJF-PGBOQRGRSA-M
Harga reguler Rp 3.048.150,00
Harga reguler Rp 2.147.250,00 Harga obral Rp 3.048.150,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Scopolamine Methyl Bromide dari TCI dengan kode produk S0231, dikenal pula sebagai metskopolamin bromida, adalah garam amonium kuaterner dari skopolamin dengan anion bromida. Skopolamin sendiri merupakan alkaloid tropana yang berasal dari tanaman famili Solanaceae, dan metilasi atom nitrogennya menghasilkan kation bermuatan permanen. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai reagen biokimia untuk penelitian farmakologi, khususnya sebagai antagonis reseptor muskarinik asetilkolin dengan kerja yang dominan di jaringan perifer.

Muatan positif permanen pada nitrogen kuaterner membuat Scopolamine Methyl Bromide sangat polar, sehingga penetrasinya ke sistem saraf pusat terbatas. Sifat inilah yang membuatnya dipilih ketika peneliti ingin memblokir reseptor muskarinik di organ perifer tanpa memicu efek sentral yang kuat seperti pada skopolamin. Dibandingkan bentuk nitrat, bentuk bromida merupakan garam yang paling dikenal dalam literatur farmakologi untuk senyawa ini, sehingga data pembandingnya relatif mudah ditemukan oleh peneliti yang menyusun protokol eksperimen.

Untuk laboratorium di Indonesia, reagen ini relevan bagi peneliti farmakologi di fakultas farmasi, kedokteran, dan kedokteran hewan, serta laboratorium analisis yang memerlukan standar alkaloid tropana. Kemasan 1g cukup untuk banyak percobaan in vitro karena dosis kerja reagen semacam ini umumnya kecil. Penggunaan senyawa ini harus terbatas pada keperluan riset dan analisis, dilakukan oleh personel terlatih, serta mengikuti ketentuan internal institusi dan peraturan yang berlaku mengenai bahan aktif farmakologis.

Brosur TCI (PDF)

  • Penelitian antagonisme reseptor muskarinik: senyawa ini memblokir reseptor asetilkolin muskarinik sehingga berguna dalam uji jaringan terisolasi untuk mengkarakterisasi respons kolinergik perifer.
  • Kontrol eksperimen efek perifer: polaritas tinggi membatasi penetrasi ke otak, sehingga cocok sebagai pembanding untuk memisahkan kontribusi perifer dan sentral dalam studi antikolinergik.
  • Studi sekresi dan motilitas saluran cerna: reagen ini membantu mempelajari peran jalur kolinergik dalam sekresi kelenjar dan gerakan otot polos usus pada model penelitian.
  • Standar analitik alkaloid tropana: sebagai garam kuaterner berkemurnian terdefinisi, ia dapat dipakai sebagai acuan dalam validasi metode kromatografi untuk identifikasi dan kuantifikasi metskopolamin.
  • Perbandingan garam dan bentuk senyawa: bersama bentuk nitrat dan skopolamin induk, reagen ini mendukung studi pengaruh anion dan kuaternisasi terhadap kelarutan serta perilaku analitik.

Merek TCI (kode produk S0231)
Nomor CAS 155-41-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Alkaloids
Ukuran kemasan 1g
Bentuk fisik padatan; rujuk Certificate of Analysis untuk detail
Penyimpanan wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan kelembapan, sesuai label dan SDS

Simpan Scopolamine Methyl Bromide dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat kering dan terlindung dari cahaya, di lemari terkunci dengan akses terbatas bagi personel berwenang. Karena merupakan senyawa aktif farmakologis, hindari kontak kulit, tertelan, dan terhirupnya debu. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, jas laboratorium, dan lakukan penimbangan di lemari asam atau kabinet berventilasi. Catat pemakaian secara teratur sesuai kebijakan laboratorium. Baca SDS sebelum digunakan dan buang sisa bahan maupun wadah bekas sesuai prosedur limbah berbahaya.

  • Shrivastava dkk. (2017). Cyclooxygenase-2 identified as a potential target for novel radiomodulator scopolamine methyl bromide: An in silico study. Informatics in Medicine Unlocked doi:10.1016/j.imu.2017.05.007
  • Marraccini dkk. (1996). Pirenzepine versus scopolamine methyl bromide in double-contrast barium enema study of large bowel. Abdominal Imaging doi:10.1007/s002619900069

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.