Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 635-46-1

1,2,3,4-Tetrahydroquinoline, CAS 635-46-1, TCI T0113

1,2,3,4-Tetrahydroquinoline, CAS 635-46-1, TCI T0113

Identitas Kimia

No. CAS
635-46-1
PubChem
CID 69460·SID 87576121
Rumus molekul
C9H11N
Berat molekul
133.19 g/mol
Kemurnian
>95.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1,2,3,4-tetrahydroquinoline
SMILES
C1CC2=CC=CC=C2NC1
InChIKey
LBUJPTNKIBCYBY-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 717.150,00
Harga reguler Rp 516.600,00 Harga obral Rp 717.150,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1,2,3,4-Tetrahydroquinoline dari TCI adalah amina sekunder bisiklik yang tersusun dari cincin benzena yang menyatu dengan cincin nitrogen jenuh beranggota enam. Senyawa ini merupakan bentuk terhidrogenasi sebagian dari kuinolina dan menjadi salah satu kerangka heterosiklik yang paling sering ditemukan dalam senyawa alam, obat, dan pestisida. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai building block sintesis, substrat model dalam riset katalisis, dan senyawa acuan dalam studi penyimpanan hidrogen berbasis cairan organik.

Daya tarik utama 1,2,3,4-Tetrahydroquinoline terletak pada reaktivitas atom nitrogen sekundernya yang dapat diasilasi, dialkilasi, atau digunakan dalam reaksi kopling C–N. Cincin aromatiknya yang teraktivasi oleh nitrogen juga mudah menjalani substitusi elektrofilik. Selain itu, pasangan kuinolina dan tetrahidrokuinolina dapat saling dikonversi melalui hidrogenasi dan dehidrogenasi, sehingga senyawa ini menjadi model penting dalam riset katalis serta konsep pembawa hidrogen organik cair. Senyawa ini juga dapat bertindak sebagai pendonor hidrogen dalam reaksi transfer hidrogenasi.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini relevan untuk kelompok riset kimia organik, katalisis, dan energi, termasuk kajian penyimpanan hidrogen yang semakin diminati seiring perhatian terhadap transisi energi. Laboratorium kimia farmasi juga memanfaatkannya untuk sintesis turunan heterosiklik. Pilihan kemasan 25 mL, 100 mL, dan 500 mL memudahkan penyesuaian kebutuhan, mulai dari uji katalis skala kecil hingga pemakaian rutin sebagai bahan awal sintesis.

  • Riset katalis hidrogenasi dan dehidrogenasi: konversi bolak-balik antara kuinolina dan tetrahidrokuinolina menjadikan senyawa ini substrat standar untuk menguji aktivitas dan selektivitas katalis.
  • Studi pembawa hidrogen organik cair: pasangan kuinolina dan tetrahidrokuinolina dipelajari sebagai model penyimpanan hidrogen kimia, relevan dengan riset energi bersih dan transisi energi.
  • Building block kimia medisinal: kerangka tetrahidrokuinolina sangat umum pada obat dan senyawa alam, sehingga senyawa ini menjadi titik awal ideal untuk sintesis analog bioaktif.
  • Reaksi kopling C–N dan derivatisasi nitrogen: atom nitrogen sekundernya cocok untuk arilasi, asilasi, dan alkilasi, sehingga berguna dalam pengembangan metode pembentukan ikatan karbon-nitrogen.
  • Pendonor hidrogen dalam transfer hidrogenasi: kemampuannya melepaskan hidrogen sambil teroksidasi menjadi kuinolina membuatnya berguna sebagai reduktor organik dalam reaksi tertentu.

Merek TCI (kode produk T0113)
Nomor CAS 635-46-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25mL, 100mL, 500mL
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan simpan tertutup rapat, terlindung dari udara dan cahaya, di tempat sejuk

1,2,3,4-Tetrahydroquinoline dapat menggelap bila terpapar udara dan cahaya karena oksidasi bertahap. Simpan dalam botol asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan gelap, dan pertimbangkan atmosfer gas inert untuk penyimpanan lama setelah botol dibuka. Jauhkan dari oksidator kuat dan asam kuat. Senyawa ini berbahaya bila tertelan atau terkena kulit, sehingga gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman, jas lab, dan kerjakan di lemari asam.

  • Vahedi dkk. (2015). ChemInform Abstract: Spiro[4H‐pyran‐3,3′‐oxindoles] Derived from 1,2,3,4‐Tetrahydroquinoline.. ChemInform doi:10.1002/chin.201549088
  • Suh dkk. (2015). ChemInform Abstract: Synthesis of Tetrahydroquinoline Derivatives via Oxidation and 1,5‐Hydride Transfer/Cyclization Cascade.. ChemInform doi:10.1002/chin.201526202
  • Briones dkk. (2016). ChemInform Abstract: Expedient Synthesis of Tetrahydroquinoline‐3‐spirohydantoin Derivatives via the Lewis Acid‐Catalyzed tert‐Amino Effect Reaction.. ChemInform doi:10.1002/chin.201646106

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.