2-Thiouracil adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen biokimia dan biomedis. Bahan ini merupakan salah satu derivat dari uracil, yang merupakan salah satu komponen utama asam nukleat seperti RNA. Dalam laboratorium, 2-Thiouracil sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa-senyawa lain yang memiliki aktivitas biologis tertentu. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian tentang metabolisme nukleotida dan pengembangan obat.
2-Thiouracil memiliki struktur molekuler yang unik, dengan satu atom sulfur yang menggantikan atom oksigen pada posisi ke-2 dari uracil. Sifat ini memberikan keunikan pada reaktivitas dan kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai molekul lain. Karena kemurniannya tinggi dan konsistensi kualitas, senyawa ini sangat cocok untuk digunakan dalam eksperimen yang membutuhkan presisi tinggi.
Di laboratorium Indonesia, 2-Thiouracil digunakan secara luas dalam penelitian biomedis, farmakologi, dan bioteknologi. Banyak institusi penelitian dan universitas mengandalkan senyawa ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan sintesis senyawa aktif dan studi tentang mekanisme reaksi kimia dalam lingkungan biologis.
Brosur TCI (PDF)
- Nucleosides, Nucleotides, Nucleic Acids and Related Reagents 2026-03-23 · hal. 8
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 60
- Pengembangan obat dengan mekanisme kerja berbasis nukleotida
- Sintesis senyawa aktif untuk uji farmakologis
- Eksperimen biokimia terkait metabolisme nukleotida
- Penelitian tentang aktivitas antioksidan dan efek toksik
- Uji kualitas bahan baku untuk produksi obat dan suplemen
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 141-90-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Nucleosides, Nucleotides, Oligonucleotides |
| Ukuran kemasan | 25g, 250g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2-Thiouracil harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan sinar matahari langsung. Tempat penyimpanan yang ideal adalah ruangan dengan suhu rendah dan kelembapan terkontrol. Karena sifat kimianya yang stabil, bahan ini tidak mudah terdegradasi, tetapi tetap perlu dihindari kontak dengan air atau bahan kimia reaktif. Selama penanganan, pengguna harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk memastikan keselamatan.
- Kopyra dkk. (2018). Insights into the dehydrogenation of 2-thiouracil induced by slow electrons: Comparison of 2-thiouracil and 1-methyl-2-thiouracil. The Journal of Chemical Physics doi:10.1063/1.5032162
- Ribeiro da Silva dkk. (2013). Experimental study on the thermochemistry of 2-thiouracil, 5-methyl-2-thiouracil and 6-methyl-2-thiouracil. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2012.08.004
- Sarzyńska dkk. (2005). Parametrization of 2-thiouracil and 4-thiouracil in CHARMM all-atom empirical force field. Computational Methods in Science and Technology doi:10.12921/cmst.2005.11.01.49-55
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


