Terpinolene adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kelompok terpenoid, dan sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini memiliki struktur molekuler kompleks yang memungkinkannya berperan sebagai komponen dasar dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam pembuatan senyawa aromatik dan senyawa dengan aktivitas biologis. Di laboratorium, Terpinolene digunakan untuk membangun struktur molekul yang lebih kompleks, baik dalam penelitian farmakologi, kimia organik, maupun dalam pengembangan bahan-bahan baru.
Terpinolene memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi seperti substitusi, oksidasi, dan reduksi. Karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai grup fungsi lain, senyawa ini menjadi pilihan yang populer dalam sintesis senyawa dengan aplikasi medis atau industri. Ketersediaannya dalam bentuk cair memudahkan proses penanganan dan penggunaan di laboratorium.
Di Indonesia, Terpinolene sering digunakan dalam penelitian ilmiah dan pengembangan produk kimia. Bahan ini juga ditemukan dalam beberapa produk alami seperti minyak atsiri, yang memperkaya berbagai aplikasi dalam bidang farmasi dan kosmetika. Karena keberagaman aplikasinya, Terpinolene menjadi bahan yang sangat penting dalam laboratorium kimia di Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- Terpenes 2025-09-22 · hal. 4
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa aromatik untuk pengembangan obat dan bahan farmasi
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa terpenoid
- Pembuatan bahan baku untuk produk kosmetik dan aromaterapi
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam reaksi kimia organik
- Penelitian tentang sifat antifungal dan antibakteri senyawa alami
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 586-62-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL |
| Bentuk fisik | Cair |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Terpinolene sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, serta menjauh dari sumber cahaya langsung. Karena sifatnya yang mudah menguap, wadah harus tertutup rapat untuk mencegah penguapan. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Bahan ini juga perlu dihindari dari paparan panas atau bahan kimia yang bersifat oksidatif.
- Russell dkk. (2003). Monoterpenoid accumulation in 1,8-cineole, terpinolene and terpinen-4-ol chemotypes of Melaleuca alternifolia seedlings. Phytochemistry doi:10.1016/s0031-9422(02)00607-6
- Harrison dkk. (2013). Investigation of terpinolene + ozone or terpinolene + nitrate radical reaction products using denuder/filter apparatus. Atmospheric Environment doi:10.1016/j.atmosenv.2013.08.032
- (2023). Viscometric and refractive index study of intermolecular interaction between binary mixtures of terpinolene with o-, m- and p-cresol at 303.15, 308.15 and 313.15 K. Indian Journal of Chemistry doi:10.56042/ijc.v62i6.2521
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.






