Triphenylsilanol (TCI T0945) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organosilikon di laboratorium. Senyawa ini merupakan salah satu reagen organometalik yang memiliki struktur kompleks dengan tiga gugus fenil yang terikat pada atom silikon. Triphenylsilanol sering digunakan sebagai reagen dalam sintesis senyawa organosilikon, terutama dalam reaksi substitusi dan reaksi katalitik. Dalam proses kimia, senyawa ini berperan sebagai donor hidrida atau sebagai pengikat dalam reaksi tertentu.
Karakteristik utama dari Triphenylsilanol adalah stabilitasnya dalam kondisi reaksi tertentu serta kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai logam dalam senyawa organometalik. Senyawa ini memiliki sifat non-polar yang memungkinkan reaktivitasnya dalam lingkungan non-polar. Selain itu, Triphenylsilanol juga memiliki daya tahan terhadap oksidasi dan reaksi kimia yang tidak terduga, sehingga memudahkan proses manipulasi dan penyimpanan.
Di laboratorium Indonesia, Triphenylsilanol digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa kompleks dan reaksi katalitik. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian di bidang farmasi, material, dan teknologi kimia. Karena sifatnya yang stabil dan reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti yang membutuhkan reagen berkualitas tinggi dan aplikasi yang luas.
- Sintesis senyawa organosilikon kompleks yang memerlukan reaksi substitusi.
- Reaksi katalitik untuk menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu.
- Pengembangan bahan kimia untuk aplikasi industri seperti pelapisan dan material.
- Penelitian dalam bidang farmasi untuk sintesis senyawa obat.
- Pengujian katalis organometalik dalam proses kimia industri.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 791-31-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Organometallic Reagents > Organosilicon [Organometallic Reagents] |
| Ukuran kemasan | 25g, 250g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Triphenylsilanol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlakukan dengan hati-hati seperti bahan kimia lainnya.
- Batisai dkk. (2016). Synergism in host–guest selectivity of picolinium chlorides by triphenylsilanol and triphenylmethanol. CrystEngComm doi:10.1039/c6ce01233g
- Azhakar dkk. (2012). Reactivity Studies of a Stable N-Heterocyclic Silylene with Triphenylsilanol and Pentafluorophenol. Organometallics doi:10.1021/om300476q
- PUFF dkk. (1991). ChemInform Abstract: The Molecular and Crystal Structure of Triphenylsilanol. ChemInform doi:10.1002/chin.199134065
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
