TCI T1041 adalah 2,3,5,6-Tetrafluoroanisole dengan nomor CAS 2324-98-3, yaitu eter aromatik berupa anisol yang empat posisi cincinnya telah diganti atom fluor. Senyawa ini termasuk kelompok bahan penyusun terfluorinasi dan dipakai di laboratorium sintesis sebagai prekursor untuk membuat molekul aromatik berfluor tinggi. Gugus metoksi memberi titik kerja kimia tersendiri, sementara cincin tetrafluorofenil membawa sifat elektronik yang berbeda tajam dari anisol biasa yang tidak berfluor.
Empat atom fluor pada cincin membuatnya jauh lebih miskin elektron daripada anisol konvensional. Sifat ini membuka kemungkinan reaksi yang tidak lazim pada anisol biasa, misalnya substitusi nukleofilik aromatik atau fungsionalisasi pada posisi cincin yang masih memiliki atom hidrogen. Peneliti yang mempelajari kimia organofluor menghargai senyawa semacam ini karena strukturnya sederhana namun reaktivitasnya kaya, sehingga cocok sebagai substrat model untuk studi pengaruh fluor pada cincin aromatik dan gugus metoksi di dekatnya.
Di laboratorium riset Indonesia yang bergerak di kimia organik dan kimia material, bahan ini berguna untuk eksplorasi awal rute sintesis senyawa berfluor. Kemasan 5g cukup untuk beberapa percobaan penjajakan dan optimasi kondisi tanpa pemborosan bahan. AMI Scientific menyediakan produk TCI ini beserta nomor CAS yang jelas untuk memudahkan pengadaan, pencatatan, dan penelusuran dokumen keselamatan oleh tim laboratorium Anda.
Brosur TCI (PDF)
- Fluorination Reagents, Fluorinated Building Blocks 2026-03-18 · hal. 34
Produk TCI terkait
- TCI T3257 655-32-3 2,2,2,4'-Tetrafluoroacetophenone
- 5-Bromo-2-chloro-4-fluoroanisole, CAS 146447-18-9, TCI B5354
- 2-Bromo-5-fluoroanisole, CAS 450-88-4, TCI B3875
- 4-Bromo-3-fluoroanisole, CAS 458-50-4, TCI B3743
- 4-Bromo-3,5-difluoroanisole, CAS 202865-61-0, TCI B3392
- 4-Bromo-2,6-difluoroanisole, CAS 104197-14-0, TCI B3391
- Substitusi nukleofilik aromatik: cincin yang sangat miskin elektron akibat empat atom fluor dapat diserang nukleofil, sehingga bahan ini cocok sebagai substrat untuk mempelajari reaktivitas tersebut.
- Fungsionalisasi posisi cincin: posisi yang masih berhidrogen dapat dimodifikasi lewat metode seperti litiasi terarah, sehingga bahan ini berguna dalam eksplorasi sintesis turunan aromatik berfluor.
- Prekursor material berfluor: kerangka tetrafluorofenil dapat dijadikan unit awal untuk menyusun molekul dengan sifat khusus, misalnya untuk penelitian material organik yang membutuhkan kandungan fluor tinggi.
- Studi kimia organofluor: struktur yang sederhana membuatnya cocok sebagai senyawa model untuk membandingkan efek fluor terhadap reaktivitas, spektrum NMR, dan sifat elektronik cincin aromatik.
- Pengembangan metode analisis: senyawa berfluor seperti ini dapat dipakai sebagai pembanding atau standar dalam eksperimen yang memanfaatkan resonansi fluor, sesuai kebutuhan rancangan penelitian masing-masing.
| Merek | TCI (kode produk T1041) |
|---|---|
| Nomor CAS | 2324-98-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | lihat lembar data (SDS dan sertifikat analisis) dari TCI |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | — |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan berventilasi, jauh dari sumber api dan panas |
Simpan wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber api, percikan, panas, serta bahan pengoksidasi kuat. Senyawa organik berfluor dengan gugus eter sebaiknya diperlakukan sebagai bahan yang dapat mudah menguap atau terbakar sampai SDS produsen memastikan sebaliknya. Gunakan botol kaca dengan tutup yang rapat. Saat bekerja, kenakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta gunakan lemari asam untuk menghindari uap. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Baca SDS sebelum pemakaian dan buang limbah organik terhalogenasi pada wadah limbah yang sesuai.
- Kieninger dkk. (2006). Comparison of large basis set DFT and MP2 calculations in the study of the barrier for internal rotation of 2,3,5,6‐tetrafluoroanisole. International Journal of Quantum Chemistry doi:10.1002/qua.21071
- Belyakov dkk. (2004). Molecular Structure and Internal Rotation in 2,3,5,6-Tetrafluoroanisole as Studied by Gas-Phase Electron Diffraction and Quantum Chemical Calculations. The Journal of Physical Chemistry A doi:10.1021/jp046975d
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

