Fungsi dan Cara Menggunakan Mikroskop
Fungsi dan Cara Menggunakan Mikroskop
Mikroskop adalah alat optik untuk melihat benda yang terlalu kecil untuk dilihat mata telanjang, seperti sel, bakteri, atau jaringan. Mikroskop cahaya memakai lensa objektif dan lensa okuler; perbesaran totalnya adalah hasil kali keduanya, misalnya objektif 40× dan okuler 10× menghasilkan perbesaran 400×.

Fungsi mikroskop
- Mengamati sel tumbuhan, hewan, dan manusia dalam praktikum biologi.
- Mengidentifikasi mikroorganisme seperti bakteri dan jamur (setelah pewarnaan).
- Memeriksa sampel darah, urin, atau jaringan di laboratorium klinik.
- Memeriksa struktur permukaan bahan dalam riset material dan kontrol mutu.
Bagian-bagian mikroskop
- 1Lensa okuler – lensa dekat mata, biasanya 10×
- 2Tabung – menghubungkan okuler dan objektif
- 3Revolver dan lensa objektif – diputar untuk memilih perbesaran 4×, 10×, 40×, 100×
- 4Meja preparat dan penjepit – tempat kaca preparat
- 5Kondensor, diafragma, dan lampu – mengatur banyaknya cahaya
- 6Makrometer dan mikrometer – pemutar fokus kasar dan halus
- 7Lengan – pegangan saat membawa mikroskop
- 8Kaki – penopang seluruh mikroskop

Cara menggunakan mikroskop

Bawa dengan dua tangan
Pegang lengan mikroskop dengan satu tangan dan topang kakinya dengan tangan lain. Bawa tegak, dekat badan, dan letakkan di meja yang stabil.

Pasang preparat di meja
Letakkan kaca preparat (1) di meja dengan objek tepat di atas lubang cahaya, lalu jepit dengan penjepit (2).

Mulai dari perbesaran terlemah
Putar revolver (1) sampai objektif 4× atau 10× berbunyi klik. Objek lebih mudah ditemukan pada perbesaran lemah karena bidang pandangnya luas.

Fokuskan: makrometer dulu, lalu mikrometer
Sambil melihat dari samping, dekatkan meja ke objektif dengan makrometer. Lalu sambil melihat melalui okuler, jauhkan perlahan sampai gambar tampak, dan pertajam dengan mikrometer (1). Pada objektif 40× dan 100×, pakai mikrometer saja.

Amati dengan kedua mata terbuka
Biasakan membuka kedua mata saat melihat melalui okuler agar tidak cepat lelah. Atur diafragma bila gambar terlalu terang atau kurang kontras.
Kesalahan yang sering terjadi
- Memutar makrometer sambil melihat melalui okuler pada perbesaran kuat: lensa bisa menabrak dan memecahkan preparat.
- Membersihkan lensa dengan tisu biasa atau kain kasar. Gunakan kertas lensa.
- Membawa mikroskop dengan satu tangan atau menggoyangnya: okuler bisa terlepas.
Perawatan dan keselamatan
- Setelah dipakai, kembalikan ke objektif terlemah, turunkan meja, matikan lampu, dan tutup dengan sarung debu.
- Bersihkan minyak imersi dari objektif 100× setiap selesai dipakai.
Jenis dan ukuran mikroskop
Jenis yang umum di laboratorium: mikroskop monokuler (satu okuler, banyak di sekolah), binokuler (dua okuler, nyaman untuk pemakaian lama), trinokuler (dengan port kamera), dan stereo (perbesaran rendah, gambar tiga dimensi untuk mengamati benda utuh).
AMI Scientific menyediakan alat gelas, instrumen, dan bahan kimia laboratorium dengan faktur pajak dan pengiriman ke seluruh Indonesia.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana menghitung perbesaran mikroskop?
Kalikan perbesaran lensa okuler dengan lensa objektif. Okuler 10× dan objektif 40× menghasilkan 400×.
Apa fungsi diafragma pada mikroskop?
Diafragma mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke preparat, sehingga mempengaruhi kecerahan dan kontras gambar.
Apa beda makrometer dan mikrometer?
Makrometer menggerakkan meja atau tabung dalam jarak besar untuk fokus kasar; mikrometer menggerakkannya sedikit demi sedikit untuk mempertajam gambar.
Alat terkait
Disusun tim AMI Scientific dari praktik laboratorium baku. Ilustrasi: AMI Scientific. Diperbarui: 06-11-2026.
Butuh mikroskop untuk laboratorium Anda?
AMI Scientific menyediakan alat gelas, instrumen, dan bahan kimia laboratorium dengan faktur pajak dan pengiriman ke seluruh Indonesia.
