Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 555-75-9

Aluminum Ethoxide TCI A0245-250G

Aluminum Ethoxide TCI A0245-250G

Identitas Kimia

No. CAS
555-75-9
PubChem
CID 11153·SID 87561902
Rumus molekul
C6H15AlO3
Berat molekul
162.16 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
aluminum ethanolate
SMILES
CC[O-].CC[O-].CC[O-].[Al+3]
InChIKey
JPUHCPXFQIXLMW-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 3.180.450,00
Harga reguler Rp 2.239.650,00 Harga obral Rp 3.180.450,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI A0245 Aluminum Ethoxide adalah alkoksida logam dari aluminium dan etanol yang dikenal sebagai reagen serta prekursor dalam kimia anorganik dan organik. Pada katalog TCI, bahan ini dikelompokkan sebagai garam logam dalam kategori katalisis dan kimia anorganik. Di laboratorium, senyawa ini terutama dipakai sebagai katalis atau pereaksi dalam reaksi transfer hidrida, serta sebagai sumber aluminium untuk pembuatan material berbasis alumina melalui jalur larutan.

Ciri paling penting dari alkoksida aluminium adalah kepekaannya terhadap air. Senyawa semacam ini bereaksi dengan kelembapan membentuk aluminium hidroksida atau oksida dan melepaskan etanol, sifat yang justru dimanfaatkan dalam proses sol-gel untuk menghasilkan alumina. Di sisi lain, sifat asam Lewis dari pusat aluminium membuatnya aktif dalam beberapa reaksi katalitik, seperti reduksi Meerwein-Ponndorf-Verley dan oksidasi Oppenauer yang dikenal luas dalam sintesis organik. Karena itu, bahan ini dipilih untuk pekerjaan yang membutuhkan katalis aluminium yang larut atau mudah terdispersi.

Di Indonesia, kemasan 250 g dari TCI ini sesuai untuk laboratorium riset material, kimia organik, dan katalisis yang bekerja dengan skala lebih besar dari sekadar uji coba kecil. Karena sensitif terhadap kelembapan udara tropis, pengelolaan penyimpanannya memerlukan perhatian khusus, misalnya penggunaan desikator atau atmosfer gas inert. Peneliti yang merencanakan penggunaan berulang sebaiknya membagi bahan ke wadah lebih kecil agar paparan udara pada stok utama berkurang.

  • Katalis reduksi Meerwein-Ponndorf-Verley: alkoksida aluminium dikenal mampu memediasi transfer hidrida dari alkohol sekunder ke senyawa karbonil, sehingga cocok untuk reduksi keton atau aldehida secara selektif.
  • Pereaksi oksidasi Oppenauer: reaksi balik dari reduksi tersebut memanfaatkan alkoksida aluminium untuk mengoksidasi alkohol sekunder menjadi keton dalam kondisi yang relatif lunak.
  • Prekursor material alumina melalui sol-gel: reaksi terkendali dengan air mengubah senyawa ini menjadi gel aluminium hidroksida atau oksida yang dapat diolah menjadi keramik dan pendukung katalis.
  • Katalis dalam reaksi transesterifikasi dan polimerisasi: sifat asam Lewis pusat aluminium memungkinkan pemakaiannya dalam penelitian pembentukan ester dan polimerisasi pembukaan cincin.
  • Sumber aluminium untuk sintesis senyawa organologam dan anorganik: gugus etoksida yang mudah digantikan membuat bahan ini berguna untuk membuat turunan aluminium lain di skala riset.

Merek TCI (kode produk A0245-250G)
Nomor CAS 555-75-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Metallic Salts [Catalysis and Inorganic Chemistry]
Ukuran kemasan 250 g
Bentuk fisik mengikuti keterangan pada label dan lembar data dari produsen
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat kering, hindari kelembapan, pertimbangkan atmosfer inert

Simpan Aluminum Ethoxide dalam wadah asli yang tertutup sangat rapat, di tempat sejuk dan kering, jauh dari air, uap lembap, asam, dan bahan pengoksidasi kuat. Karena alkoksida logam bereaksi dengan kelembapan dan melepaskan etanol yang mudah terbakar, jauhkan dari sumber api dan percikan. Bila memungkinkan, simpan dalam desikator atau di bawah gas inert seperti nitrogen atau argon, dan buka wadah hanya secukupnya. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta bekerja di lemari asam. Hindari menghirup debu dan hindari kontak dengan kulit serta mata. Baca lembar data keselamatan produsen sebelum penggunaan, dan buang limbah sesuai prosedur pengelolaan limbah kimia laboratorium Anda.

  • Uesugi dkk. (2008). Deposition of aluminum oxide layer on GaN using diethyl aluminum ethoxide as a precursor. Journal of Applied Physics doi:10.1063/1.2949257
  • Zulfiqar dkk. (2000). Thermal degradation of blends of allyl methacrylate–methyl methacrylate copolymers with aluminum ethoxide. Polymer Degradation and Stability doi:10.1016/s0141-3910(00)00117-8
  • Yoo dkk. (2007). Synthesis of aluminum ethoxide from used aluminum cans. Korean Journal of Chemical Engineering doi:10.1007/s11814-007-0057-z

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.