Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 260-94-6

Acridine TCI A0294

Acridine TCI A0294

Identitas Kimia

No. CAS
260-94-6
PubChem
CID 9215·SID 87561947
Rumus molekul
C13H9N
Berat molekul
179.22 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
acridine
SMILES
C1=CC=C2C(=C1)C=C3C=CC=CC3=N2
InChIKey
DZBUGLKDJFMEHC-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 3.472.350,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.472.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Judul
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Acridine adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterociklik, memiliki struktur dasar yang terdiri dari tiga cincin aromatik yang saling terhubung. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang kimia organik dan farmakologi. Dalam laboratorium, Acridine berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang dapat diubah menjadi berbagai senyawa dengan aktivitas biologis tertentu. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, Acridine menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi kimia.

Acridine memiliki sifat kimia yang unik, yaitu kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya. Senyawa ini bersifat aromatik, sehingga memungkinkan terjadinya reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik. Karakteristik ini membuat Acridine sangat cocok untuk digunakan dalam sintesis senyawa heterosiklik, seperti derivat acridin yang memiliki aktivitas antitumor atau antiviral. Keberadaannya dalam bentuk padat dan kemampuannya untuk larut dalam pelarut organik juga memudahkan penggunaan dalam berbagai prosedur laboratorium.

Di laboratorium Indonesia, Acridine sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam studi tentang sintesis senyawa farmakologis. Bahan ini juga menjadi alat penting dalam pendidikan, khususnya dalam praktikum kimia tingkat lanjut. Karena keberadaannya yang relatif stabil dan kegunaannya yang luas, Acridine menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan mahasiswa di berbagai institusi penelitian dan perguruan tinggi di Indonesia.

  • Sintesis senyawa antitumor menggunakan Acridine sebagai bahan dasar karena kemampuannya untuk membentuk struktur kompleks.
  • Pengembangan obat antiviral melalui modifikasi struktur Acridine untuk meningkatkan aktivitas biologis.
  • Penelitian tentang reaktivitas heterociklik dalam kimia organik untuk memahami mekanisme reaksi kimia.
  • Penggunaan dalam analisis kualitatif untuk mengidentifikasi keberadaan senyawa heterosiklik dalam sampel.
  • Pendidikan kimia tingkat lanjut sebagai bahan pembelajaran untuk memahami sifat dan reaktivitas senyawa aromatik.

Merek TCI
Nomor CAS 260-94-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g
Bentuk fisik Padat
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan suhu tinggi.

Acridine harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Dalam penggunaan, perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta penggunaan masker dan sarung tangan untuk melindungi dari paparan. Acridine bersifat aromatik dan mungkin mengeluarkan bau yang menyengat, sehingga penggunaan di ruang laboratorium harus memperhatikan ventilasi yang baik untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kerja.

  • Kurtaliev dkk. (2010). Fluorescence of acridine orange in the composition of blood and tissues. Biophysics doi:10.1134/s0006350910020168
  • Venkatesh dkk. (2010). Acridine orange binding to RNA interferes DNA fragmentation index calculation in sperm chromatin structure assay. Fertility and Sterility doi:10.1016/j.fertnstert.2010.03.039
  • Herb dkk. (2013). Investigating the Binding of Acridine, Acridine Orange, and Acridine Yellow G to Humic Acid through Fluorescence Quenching. Applied Spectroscopy doi:10.1366/12-06795

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.