DL-Arabitol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia, terutama dalam studi tentang glikosains. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang kompleks dan berperan sebagai substrat atau penghambat dalam reaksi enzimatik tertentu. Dalam laboratorium, DL-Arabitol sering digunakan untuk menguji aktivitas enzim, terutama dalam penelitian terkait metabolisme karbohidrat dan interaksi molekuler. Karena sifatnya yang stabil dan mudah ditemukan, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen ilmiah.
DL-Arabitol memiliki sifat kimia yang netral dan tidak beracun, sehingga aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium. Bahan ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol, memudahkan proses penggunaannya dalam berbagai reaksi kimia. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, DL-Arabitol memiliki daya tahan yang baik dan tidak mudah terkontaminasi, menjadikannya bahan yang andal untuk eksperimen jangka panjang.
Di laboratorium Indonesia, DL-Arabitol digunakan dalam penelitian biokimia dan farmakologi, terutama dalam studi tentang efek senyawa pada sistem metabolisme tubuh. Bahan ini juga sering digunakan dalam pengembangan obat dan penelitian tentang interaksi molekuler, karena kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai enzim dan protein. Ketersediaannya yang luas dan kestabilannya menjadikannya pilihan yang relevan bagi peneliti lokal.
Brosur TCI (PDF)
Produk TCI terkait
- D-(+)-Arabitol, CAS 488-82-4, TCI A0516
- L-(-)-Arabitol, CAS 7643-75-6, TCI A0518
- D-(-)-Arabinosa – D-(-)-Arabinose, CAS 10323-20-3, TCI A0513
- DL-Arabinosa – DL-Arabinose, CAS 147-81-9, TCI A0514
- L-(+)-Arabinosa – L-(+)-Arabinose, CAS 5328-37-0, TCI A0515
- Methyl beta-D-Arabinopyranoside, CAS 5328-63-2, TCI M1019
- Dalam penelitian enzim, DL-Arabitol digunakan sebagai substrat untuk menguji aktivitas enzim tertentu.
- Bahan ini cocok untuk studi metabolisme karbohidrat karena kemampuannya untuk berinteraksi dengan enzim metabolisme.
- DL-Arabitol sering digunakan dalam analisis komponen kimia dalam sampel biologis.
- Bahan ini juga digunakan dalam pengembangan obat sebagai penghambat enzim tertentu.
- DL-Arabitol dapat digunakan dalam penelitian tentang interaksi molekuler dalam sistem biologis.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2152-56-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
DL-Arabitol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Bahan ini sebaiknya disimpan di suhu ruangan yang stabil dan terlindung dari cahaya langsung. Karena sifatnya yang tidak beracun, penanganannya relatif aman, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung saat mengolah bahan ini. Pastikan wadah tidak terbuka dan tidak terpapar udara bebas untuk menjaga kualitas dan kestabilan bahan.
- Wanat dkk. (2022). Rotamers in Crystal Structures of Xylitol, D-Arabitol and L-Arabitol. International Journal of Molecular Sciences doi:10.3390/ijms23073875
- Iwata dkk. (2023). Isolation of Zygosaccharomyces siamensis kiy1 as a novel arabitol-producing yeast and its arabitol production. AMB Express doi:10.1186/s13568-023-01581-4
- Wong dkk. (1995). D-arabitol metabolism in Candida albicans: construction and analysis of mutants lacking D-arabitol dehydrogenase. Journal of Bacteriology doi:10.1128/jb.177.11.2971-2976.1995
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








