Ethyl p-Anisate adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam sintesis senyawa organik. Sebagai salah satu dari senyawa pembangun (building blocks), Ethyl p-Anisate berperan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa-senyawa kompleks yang memiliki struktur anisat. Senyawa ini sering digunakan dalam reaksi esterifikasi dan reaksi substitusi, yang merupakan bagian dari proses sintesis molekul organik.
Ethyl p-Anisate memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang baik, sehingga memudahkan reaksi kimia dalam kondisi tertentu. Karena struktur molekulnya yang terdiri dari gugus anisat dan gugus etil, senyawa ini memiliki daya reaksi yang baik terhadap berbagai reaktan dan kondisi reaksi. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk laboratorium yang membutuhkan senyawa yang mudah diatur dan memiliki konsistensi dalam hasil sintesis.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Ethyl p-Anisate sering digunakan dalam penelitian kimia organik, baik di universitas maupun lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian penting dalam proses pengembangan senyawa baru, pengujian reaktivitas, dan pembuatan senyawa intermediat yang digunakan dalam berbagai industri kimia.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan reaktivitas tinggi
- Reaksi esterifikasi untuk pembuatan senyawa ester
- Pengujian reaktivitas senyawa dengan berbagai kondisi reaksi
- Pembuatan senyawa intermediat dalam proses sintesis molekul
- Penelitian tentang struktur dan sifat senyawa anisat
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 94-30-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL |
| Bentuk fisik | Cairan jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Ethyl p-Anisate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi, seperti gelas atau plastik yang tidak reaktif. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini mungkin menyebabkan iritasi pada kulit atau mata. Selalu hindari paparan langsung dan simpan jauh dari sumber panas atau reaktif lainnya.
- Wu dkk. (2026). Prediction-Guided Biotransformation of p -Hydroxyphenethyl Anisate into a Novel 3',4'-Dihydroxyphenethyl Anisate with Potent Anti-Inflammatory, Anti-Melanoma, and Antioxidant Activities. Journal of Microbiology and Biotechnology doi:10.4014/jmb.2601.01040
- Zhang dkk. (2010). Tissues Distribution Study of p-Hydroxyphenethyl Anisate in Rat after Intragastrical Administration Assessed by RP-LC. Chromatographia doi:10.1365/s10337-010-1695-6
- Zhang dkk. (2009). Rapid and Sensitive RP-LC Method for the Quantification and Pharmacokinetic Study of p-Hydroxyphenethyl Anisate in Rat Plasma. Chromatographia doi:10.1365/s10337-009-1159-z
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.



