Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 1932-08-7

Acenaphthenequinone Dioxime, CAS 1932-08-7, TCI A0981

Acenaphthenequinone Dioxime, CAS 1932-08-7, TCI A0981

Identitas Kimia

No. CAS
1932-08-7
PubChem
CID 135538340·SID 87562479
Rumus molekul
C12H8N2O2
Berat molekul
212.20 g/mol
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(NE)-N-[(2E)-2-hydroxyiminoacenaphthylen-1-ylidene]hydroxylamine
SMILES
C1=CC2=C3C(=CC=C2)/C(=N\O)/C(=N/O)/C3=C1
InChIKey
ZBHVKJFVTXXTEQ-PHEQNACWSA-N
Harga reguler Rp 5.352.900,00
Harga reguler Rp 3.759.000,00 Harga obral Rp 5.352.900,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Judul
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Acenaphthenequinone dioxime adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik dan sintesis molekul kompleks. Bahan ini memiliki struktur kimia yang unik, yang memungkinkan reaktivitas tinggi dalam berbagai kondisi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa organik lainnya. Karena sifat kimianya yang stabil, bahan ini bisa digunakan dalam berbagai jenis reaksi, seperti reaksi substitusi, oksidasi, dan reduksi.

Acenaphthenequinone dioxime memiliki sifat kimia yang sangat reaktif, sehingga cocok untuk digunakan dalam reaksi yang memerlukan aktivasi kimia tinggi. Karena struktur molekulnya yang kompleks, senyawa ini juga memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai ligan dan reaktan lainnya. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemudahan dalam pemrosesan membuatnya menjadi pilihan yang praktis untuk laboratorium yang membutuhkan keakuratan dan konsistensi dalam eksperimen.

Dalam konteks laboratorium di Indonesia, bahan ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik dan sintesis senyawa baru. Karena kebutuhan akan senyawa baku yang berkualitas tinggi, Acenaphthenequinone dioxime menjadi pilihan utama di berbagai institusi penelitian dan universitas. Bahan ini juga digunakan dalam pengembangan produk farmasi dan bahan kimia industri.

  • Reaksi sintesis senyawa heterosiklik membutuhkan bahan aktif yang bisa berikatan dengan berbagai ligan.
  • Pembuatan senyawa organik kompleks memerlukan bahan baku dengan reaktivitas tinggi.
  • Eksperimen kimia organik untuk studi mekanisme reaksi membutuhkan bahan yang stabil dan dapat diatur.
  • Penelitian tentang struktur molekul dan reaktivitas senyawa kimia memerlukan bahan yang memiliki karakteristik kimia spesifik.
  • Pengembangan senyawa baru dalam bidang farmasi dan material membutuhkan bahan baku yang bisa diubah secara kimia.

Merek TCI
Nomor CAS 1932-08-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g
Bentuk fisik Padat
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara

Acenaphthenequinone dioxime harus disimpan dalam wadah tertutup dan di tempat yang sejuk serta kering. Bahan ini sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan udara, sehingga perlu diperhatikan dalam penyimpanan. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi, seperti plastik atau gelas. Selama penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung.

  • Usami dkk. (1990). Column chromatographic preconcentration of palladium with dimethyl glyoxime and acenaphthenequinone dioxime on naphthalene. Analytica Chimica Acta doi:10.1016/s0003-2670(00)82755-5
  • Wu dkk. (2013). Three Linear Trinuclear Zinc(II) Complexes with Acenaphthenequinone Dioxime and the Ancillary Ligand 2‐Amino‐2‐methyl‐1‐propanol in Different Coordination Modes. Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie doi:10.1002/zaac.201300398
  • Richardson dkk. (2017). New Dioximes as Bridging Ligands in 3d/4f-Metal Cluster Chemistry: One-Dimensional Chains of Ferromagnetically Coupled {Cu6Ln2} Clusters Bearing Acenaphthenequinone Dioxime and Exhibiting Magnetocaloric Properties. Crystal Growth & Design doi:10.1021/acs.cgd.7b00011

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.