4-Acetylbiphenyl adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekul yang stabil dan dapat berfungsi sebagai prekursor dalam pembuatan senyawa heterosiklik maupun senyawa aromatik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan bantu dalam reaksi substitusi dan reaksi oksidasi, tergantung pada kondisi reaktif yang diterapkan.
Karakteristik utama dari 4-Acetylbiphenyl adalah kestabilannya dalam lingkungan kimia biasa serta kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia. Senyawa ini memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi, sehingga memudahkan proses pemanasan dan pendinginan dalam reaksi kimia. Selain itu, struktur molekulnya yang teratur memungkinkan reaktivitas yang dapat diprediksi, menjadikannya pilihan yang baik untuk penelitian kimia organik.
Di laboratorium Indonesia, 4-Acetylbiphenyl sering digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian dari proses sintesis senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan industri kimia. Ketersediaannya di pasar lokal membantu peneliti dalam memenuhi kebutuhan eksperimen yang membutuhkan senyawa dengan struktur aromatik dan substitusi acetyl.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi aromatik dalam sintesis senyawa kompleks
- Analisis struktur molekul menggunakan teknik spektroskopi
- Pembuatan bahan bantu dalam reaksi oksidasi kimia
- Penelitian material organik yang memerlukan struktur aromatik stabil
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 92-91-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 250g |
| Bentuk fisik | Padat (kristal atau serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
4-Acetylbiphenyl harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam penggunaan, pastikan area kerja memiliki ventilasi yang baik dan gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata. Penanganan harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kontaminasi dan memastikan keamanan dalam proses eksperimen.
- LHOTAK dkk. (1992). ChemInform Abstract: Synthetic Use of 2‐(4′‐Acetylbiphenyl‐4‐yl)‐5‐phenyl‐1,3,4‐oxadiazole for Preparation of New Heterocyclic Luminophores.. ChemInform doi:10.1002/chin.199222171
- Bi dkk. (1996). Synthesis and Antibacterial Activity of Copper(Ⅱ) Acetylbiphenyl Thiosemicarbazone Complex. Chinese Journal of Applied Chemistry doi:10.3724/j.issn.1000-0518.1996.2.15
- Y. Mullemwar dkk. (2018). Tunable Light Emission from P-Acetylbiphenyl-Cl-DPQ Organic Phosphor: For Blue and Near UV-OLED Applications. Journal of Advanced Optics and Photonics doi:10.32604/jaop.2018.02535
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








