2-Aminopurine adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterociklik, yang memiliki struktur dasar purin. Bahan ini sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks dan modifikasi molekul organik. Dalam laboratorium, 2-Aminopurine berperan sebagai bahan dasar atau building block untuk pembuatan senyawa-senyawa yang memiliki aktivitas biologis, seperti obat-obatan atau bahan bantu dalam penelitian biokimia. Karena sifatnya yang reaktif, bahan ini juga digunakan dalam reaksi kimia yang melibatkan substitusi dan penggabungan atom.
2-Aminopurine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan udara. Senyawa ini memiliki struktur yang kompleks dan mudah bereaksi dengan berbagai reaktan, sehingga memungkinkan penggunaan dalam berbagai jenis reaksi kimia. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk penelitian yang memerlukan modifikasi molekul dengan presisi tinggi.
Di laboratorium Indonesia, 2-Aminopurine sering digunakan dalam penelitian kimia organik dan biokimia. Bahan ini menjadi bagian penting dalam eksperimen yang terkait dengan sintesis senyawa purin, serta dalam studi tentang aktivitas biologis senyawa-senyawa terkait. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan ini dalam berbagai skala eksperimen.
Brosur TCI (PDF)
- Nucleosides, Nucleotides, Nucleic Acids and Related Reagents 2026-03-23 · hal. 9
- Sintesis senyawa purin untuk penelitian obat-obatan
- Modifikasi molekul dalam penelitian biokimia
- Pembuatan bahan bantu dalam reaksi kimia organik
- Pengembangan senyawa dengan aktivitas antioksidan
- Studi tentang interaksi molekuler dalam reaksi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 452-06-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya |
2-Aminopurine harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat reaktif, sehingga harus ditangani dengan hati-hati menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Simpan di suhu kamar dan hindari paparan kelembapan. Pastikan wadah tertutup rapat untuk mencegah penyerapan kelembapan yang dapat memengaruhi sifat kimia bahan ini.
- Brovarets’ dkk. (2011). IR Vibrational spectra of H-bonded complexes of adenine, 2-aminopurine and 2-aminopurine+ with cytosine and thymine: Quantum-chemical study. Optics and Spectroscopy doi:10.1134/s0030400x11120058
- Wennmalm dkk. (2001). UV-Fluorescence Correlation Spectroscopy of 2-Aminopurine. Biological Chemistry doi:10.1515/bc.2001.048
- Nur Khozin dkk. (2025). Induction and Regeneration of Tobacco Callus using Benzyl Aminopurine (BAP) and Furfuryl Aminopurine (Kinetin) With Thin Cell Layer (TCL) Technique. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science doi:10.1088/1755-1315/1497/1/012017
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
