2,6-Diaminopurine Monohydrate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia di laboratorium. Sebagai salah satu senyawa heterosiklik, senyawa ini memiliki struktur dasar purin yang mirip dengan adenin dan guanin, dua nukleotida penting dalam DNA dan RNA. Karena struktur ini, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa kompleks dan dalam penelitian tentang struktur molekuler.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan udara. Karena sifat ini, senyawa ini biasanya disimpan dalam wadah kedap udara dan dalam suhu dingin. Keberadaan molekul air dalam bentuk monohidrat membuatnya memiliki titik leleh dan kelarutan tertentu yang memudahkan penggunaan dalam berbagai reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian terkait biokimia, sintesis organik, dan pengembangan obat. Karena keberadaannya yang relatif mudah ditemukan dan harganya yang terjangkau, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti yang membutuhkan bahan baku untuk eksperimen skala kecil hingga menengah.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Penelitian struktur molekul dalam bidang biokimia
- Pembuatan bahan baku untuk reaksi kimia organik
- Pengujian aktivitas biologis senyawa purin
- Penelitian tentang mekanisme reaksi kimia dalam lingkungan laboratorium
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 402846-48-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat dalam bentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan dalam suhu dingin |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan udara bebas. Penyimpanan dalam suhu rendah akan meminimalkan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Saat menangani senyawa ini, penting untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Selain itu, senyawa ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif untuk mencegah reaksi berbahaya.
—
