2-Amino-2',5-dichlorobenzophenone adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium sebagai bahan dasar (building block) untuk pembuatan senyawa kompleks, terutama dalam sintesis senyawa aromatik dan heterosiklik. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini berperan sebagai substrat atau reaktan dalam reaksi substitusi elektrofilik dan reaksi kondensasi. Karena struktur kimianya yang kompleks, senyawa ini menjadi pilihan utama untuk penelitian dalam bidang kimia organik dan farmasi.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang stabil dan mudah bereaksi dalam kondisi tertentu. Kehadiran gugus amina dan kloro di posisi tertentu memberikan sifat reaktif yang sangat baik, sehingga memungkinkan senyawa ini digunakan dalam berbagai reaksi kimia. Sifat kimianya yang unik membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati dalam penelitian ilmiah, terutama dalam pengembangan senyawa baru dengan aktivitas biologis.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, farmasi, dan ilmu material. Karena kehandalannya dalam reaksi kimia dan ketersediaannya, senyawa ini sering dipilih oleh peneliti untuk eksperimen yang memerlukan bahan dasar dengan sifat reaktif yang baik.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks yang memerlukan reaktivitas tinggi
- Reaksi substitusi elektrofilik untuk pembentukan senyawa heterosiklik
- Penelitian dalam bidang farmasi untuk pengembangan obat baru
- Eksperimen kimia organik dalam pembuatan senyawa dengan aktivitas biologis
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia untuk meningkatkan efisiensi sintesis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2958-36-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 10g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena sifat kimianya yang reaktif, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Dalam penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Selalu pastikan area kerja ventilasi cukup untuk menghindari paparan uap.
—

