Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 19811-05-3

2,4-Dichlorobenzophenone, CAS 19811-05-3, TCI D0342

2,4-Dichlorobenzophenone, CAS 19811-05-3, TCI D0342

Identitas Kimia

No. CAS
19811-05-3
PubChem
CID 72867·SID 87567033
Rumus molekul
C13H8Cl2O
Berat molekul
251.11 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(2,4-dichlorophenyl)-phenylmethanone
SMILES
C1=CC=C(C=C1)C(=O)C2=C(C=C(C=C2)Cl)Cl
InChIKey
VLTYTTRXESKBKI-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00018374
Harga reguler Rp 2.306.850,00
Harga reguler Rp 1.628.550,00 Harga obral Rp 2.306.850,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2,4-Dichlorobenzophenone dari TCI adalah keton diaril, yaitu benzofenon dengan dua atom klor pada posisi 2 dan 4 salah satu cincin fenilnya. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini memberi kerangka benzofenon yang sudah terfungsionalisasi. Kerangka tersebut dapat diubah lebih lanjut menjadi alkohol diaril, amina, alkena, atau senyawa heterosiklik. Motif benzofenon dan diarilmetana terhalogenasi banyak dijumpai pada molekul farmasi, agrokimia, dan bahan fotoaktif.

Senyawa ini dipilih karena gugus karbonilnya cukup reaktif untuk reduksi, adisi Grignard, atau aminasi reduktif, sementara kedua atom klor memberi pegangan tambahan untuk kopling silang maupun substitusi aromatik. Benzofenon juga dikenal memiliki sifat fotokimia yang khas, yaitu menyerap sinar ultraviolet dan dapat bertindak sebagai fotosensitizer. Turunan terklorinasinya berguna untuk mempelajari pengaruh substituen terhadap sifat tersebut. Struktur yang tidak simetris juga menarik untuk studi regioselektivitas.

Di laboratorium Indonesia, 2,4-Dichlorobenzophenone bermanfaat untuk penelitian kimia medisinal, sintesis intermediat agrokimia, dan riset fotokimia di universitas. Senyawa ini juga dapat dipakai sebagai senyawa pembanding dalam analisis kromatografi residu atau produk degradasi senyawa terklorinasi. Kemasan 5g dan 25g cukup praktis untuk skala penelitian, mulai dari uji reaksi awal hingga sintesis intermediat berulang.

  • Sintesis alkohol diaril dan diarilmetana: reduksi gugus karbonil menghasilkan alkohol atau metilena diaril terklorinasi, kerangka yang sering muncul pada senyawa bioaktif dan antijamur.
  • Adisi organologam: gugus keton bereaksi dengan reagen Grignard atau organolitium membentuk alkohol tersier, sehingga peneliti dapat membangun pusat karbon kuaterner dengan gugus aril terhalogenasi.
  • Riset fotokimia: sebagai turunan benzofenon, senyawa ini berguna untuk mempelajari fotosensitisasi dan pengaruh substituen klor terhadap perilaku keadaan tereksitasi molekul keton aromatik.
  • Kopling silang aril klorida: atom klor pada cincin dapat dimanfaatkan dalam reaksi kopling terkatalisis logam untuk memperluas kerangka molekul secara terarah dan selektif.
  • Standar pembanding analitik: senyawa ini dapat dipakai untuk identifikasi dan kalibrasi pada analisis GC atau HPLC terhadap produk degradasi senyawa organoklorin di sampel lingkungan.

Merek TCI
Nomor CAS 19811-05-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik umumnya berupa padatan; lihat sertifikat analisis untuk keterangan pasti
Penyimpanan wadah tertutup rapat, sejuk, kering, terlindung dari cahaya

2,4-Dichlorobenzophenone sebaiknya disimpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, mengingat turunan benzofenon bersifat fotoaktif. Jauhkan dari oksidator kuat dan reduktor kuat. Saat menimbang, gunakan spatula bersih serta kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari menghirup debu dan bekerjalah di lemari asam atau ruang berventilasi baik. Cuci tangan setelah menangani bahan. Buang sisa bahan dan wadah terkontaminasi sebagai limbah organik terhalogenasi sesuai SDS TCI dan peraturan setempat.

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.