Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 24295-03-2

2-Acetylthiazole, CAS 24295-03-2, TCI A1265

2-Acetylthiazole, CAS 24295-03-2, TCI A1265

Identitas Kimia

No. CAS
24295-03-2
PubChem
CID 520108·SID 87562731
Rumus molekul
C5H5NOS
Berat molekul
127.17 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1-(1,3-thiazol-2-yl)ethanone
SMILES
CC(=O)C1=NC=CS1
InChIKey
MOMFXATYAINJML-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.378.650,00
Harga reguler Rp 979.650,00 Harga obral Rp 1.378.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Lihat contoh CoA (contoh format — nilai aktual sesuai lot pengiriman)

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2-Acetylthiazole adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterociklik dan sering digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekul yang unik, terdiri dari cincin tiazol yang dimodifikasi dengan gugus asetil. Dalam laboratorium, 2-Acetylthiazole sering digunakan sebagai bahan baku dalam reaksi kimia untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis, seperti obat-obatan atau bahan aktif farmasi. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini sangat diminati dalam penelitian kimia organik.

Senyawa ini memiliki sifat kimia yang khas, termasuk kestabilan terhadap reaksi oksidasi dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi seperti reaksi nucleofili atau elektrofilik. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam sintesis senyawa heterociklik lainnya. Selain itu, 2-Acetylthiazole memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat atau aseton, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan isolasi dalam laboratorium.

Di laboratorium Indonesia, 2-Acetylthiazole digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Bahan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi medis atau industri. Karena kehandalannya dalam reaksi kimia, senyawa ini sering dipakai dalam laboratorium penelitian tingkat tinggi, baik di universitas maupun lembaga riset nasional.

  • Sintesis senyawa heterociklik untuk pengembangan obat-obatan
  • Reaksi kimia organik dalam penelitian farmakologi
  • Pembuatan bahan aktif farmasi dengan aktivitas biologis
  • Penelitian tentang senyawa dengan sifat antioksidan
  • Pengembangan material kimia dengan struktur kompleks

Merek TCI
Nomor CAS 24295-03-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik Padat berbentuk serbuk
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan

2-Acetylthiazole harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Senyawa ini tidak beracun secara akut, tetapi tetap perlu dihindari konsumsi atau inhalasi.

  • Api dkk. (2020). RIFM fragrance ingredient safety assessment, 2-acetylthiazole, CAS Registry Number 24295-03-2. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/j.fct.2020.111468
  • Api dkk. (2026). Update to RIFM fragrance ingredient safety assessment, 2-acetylthiazole, CAS Registry Number 24295-03-2. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/j.fct.2026.116408
  • White (1990). Widespread occurrence of 2-acetylthiazole-4-carboxylic acid in biological material. Experientia doi:10.1007/bf01951763

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.