Allyl Benzyl Ether (ABE) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan material science. Sebagai monomer, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis polimer dan senyawa organik kompleks. Dalam laboratorium, ABE berperan sebagai prekursor untuk pembuatan senyawa dengan struktur rantai panjang, seperti polieter dan polimer termoplastik. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini sangat penting dalam reaksi kimia yang memerlukan pembentukan ikatan baru.
ABE memiliki struktur molekuler yang stabil namun sangat reaktif, sehingga cocok untuk berbagai reaksi kimia seperti reaksi nucleofili, reaksi radikal bebas, dan reaksi polimerisasi. Senyawa ini juga memiliki titik didih dan titik leleh yang relatif tinggi, sehingga memudahkan proses pemanasan dan pendinginan dalam laboratorium. Sifat kimia dan fisik yang konsisten membuat ABE menjadi pilihan yang andal dalam berbagai eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, ABE sering digunakan dalam penelitian material dan kimia organik. Banyak institusi riset dan universitas mengandalkan senyawa ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan sintesis polimer, modifikasi senyawa, dan karakterisasi material. Ketersediaannya di pasar lokal membuat ABE menjadi bahan yang sangat relevan untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmiah di Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- Biomaterials Research Reagents 2025-02-19 · hal. 15
- Monomers 2025-05-28 · hal. 16
- Sintesis polimer termoplastik untuk aplikasi industri dan material inovatif
- Reaksi kimia untuk pembentukan senyawa organik kompleks dan heterosiklik
- Modifikasi senyawa kimia dalam penelitian material dan kimia fungsional
- Penelitian tentang reaktivitas dan sifat kimia senyawa organik
- Pengembangan bahan baru dalam bidang teknologi material dan lingkungan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 14593-43-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL |
| Bentuk fisik | Cairan tidak berwarna |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Allyl Benzyl Ether harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Jangan menyimpannya di area yang terbuka atau terpapar udara bebas. Pastikan wadah tidak bocor dan selalu terkunci untuk mencegah kontaminasi atau kebocoran.
- Lamy-Pitara dkk. (1999). Simple and competitive catalytic hydrogenation of nitrobenzene, allyl benzyl ether and benzyl crotyl ether in alkaline alcoholic media. Journal of Molecular Catalysis A: Chemical doi:10.1016/s1381-1169(98)00273-8
- Negishi dkk. (2003). Palladium‐Catalyzed Cross‐Coupling Between Allyl‐, Benzyl, or Propargylmetals and Allyl, Benzyl, or Propargyl Electrophiles. ChemInform doi:10.1002/chin.200334243
- Potapov dkk. (2014). Reaction of selenium dihalides with allyl benzyl ether. Russian Journal of Organic Chemistry doi:10.1134/s1070428014120227
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








