2-Chloro-4-methylaniline adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi organik di laboratorium. Senyawa ini termasuk dalam kategori bahan pembangun kimia (building blocks) yang memiliki struktur dasar yang sederhana namun sangat fleksibel untuk reaksi substitusi dan reaksi lainnya. Dalam praktik laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa kompleks, termasuk dalam pembuatan obat-obatan, bahan kimia industri, dan senyawa organik lainnya.
2-Chloro-4-methylaniline memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap sangat reaktif terhadap berbagai kondisi kimia. Struktur molekulnya yang memiliki gugus amina dan kloro membuatnya sangat cocok untuk berbagai reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini memerlukan penanganan yang hati-hati, terutama dalam lingkungan laboratorium yang membutuhkan tingkat keselamatan tinggi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, pengembangan bahan kimia, dan pendidikan tinggi. Karena keberagaman aplikasinya, senyawa ini menjadi salah satu bahan penting yang sering dicari oleh para peneliti dan mahasiswa di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan
- Reaksi substitusi elektrofilik dalam sintesis senyawa aromatik
- Pembuatan bahan baku untuk produksi bahan kimia industri
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik dengan gugus amina
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 615-65-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan suhu tinggi |
2-Chloro-4-methylaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari sumber cahaya langsung dan suhu tinggi. Karena sifat reaktif dan potensi toksisitasnya, senyawa ini harus ditangani dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan yang tepat akan meminimalkan risiko kontaminasi dan reaksi tidak terduga.
—

