2-Chloro-6-methylaniline adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini memiliki struktur aromatik dengan substituen kloro dan metil pada posisi tertentu, sehingga menjadi bahan dasar dalam pembuatan senyawa kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembangun (building block) untuk sintesis senyawa heterosiklik, obat, atau bahan kimia industri.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 2-Chloro-6-methylaniline menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi dan reaksi nucleofilik. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pencampuran dan reaksi kimia. Sifat ini menjadikannya sangat cocok untuk penggunaan dalam berbagai eksperimen kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini sering dimanfaatkan untuk menghasilkan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan industri kimia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi pada posisi aromatik untuk modifikasi molekul
- Pembuatan senyawa intermediat dalam proses produksi bahan kimia
- Eksperimen kimia organik untuk memahami mekanisme reaksi
- Penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas senyawa aromatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 87-63-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena bersifat kimia, penggunaannya harus dilakukan dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan masker. Bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif tanpa kepastian reaktivitasnya.
—
