2-Amino-4-methylbenzonitrile adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang unik, terdiri dari gugus amina, gugus nitril, dan gugus metil, yang memberikan fleksibilitas dalam reaksi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembangun (building block) untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu, seperti obat atau bahan kimia industri.
Karakteristik utama dari 2-Amino-4-methylbenzonitrile termasuk stabilitas kimia yang baik dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi, seperti reaksi nucleofili atau elektrofilik. Senyawa ini juga memiliki sifat reaktif yang memungkinkan modifikasi struktur molekul dengan berbagai cara. Karena sifat tersebut, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti yang membutuhkan bahan kimia yang fleksibel dan dapat diadaptasi untuk berbagai aplikasi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmakologi dan sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang bertujuan mengembangkan senyawa baru dengan aktivitas farmakologis yang spesifik. Karena kehandalannya, senyawa ini sering dipilih dalam berbagai proyek penelitian di institusi pendidikan dan lembaga penelitian di Indonesia.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Modifikasi struktur molekul dalam penelitian kimia organik
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa kimia
- Pembuatan bahan kimia industri dengan aplikasi luas
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam berbagai kondisi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 26830-96-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena sifat reaktifnya, bahan ini sebaiknya dihindari kontak langsung dengan kulit, mata, atau pernapasan. Penggunaan masker dan sarung tangan yang sesuai sangat dianjurkan. Selain itu, bahan ini harus disimpan terpisah dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif untuk mencegah reaksi tidak diinginkan.
—


