2-Acetylphenothiazine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik dan sintesis molekul kompleks. Bahan ini memiliki struktur heterosiklik yang memungkinkan reaktivitas tinggi dalam berbagai kondisi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa lain yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan kimia analitik.
Karena struktur kimianya yang kompleks, 2-Acetylphenothiazine memiliki sifat reaktif yang memungkinkan reaksi substitusi, oksidasi, dan reduksi. Senyawa ini juga stabil dalam kondisi tertentu, sehingga cocok untuk digunakan dalam reaksi yang memerlukan kontrol ketat. Keistimewaan ini menjadikannya pilihan utama dalam sintesis senyawa heterosiklik.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik dan pengembangan obat. Ketersediaannya dalam bentuk kemasan yang praktis memudahkan peneliti dalam penggunaan dan penyimpanan. Dengan karakteristik yang tepat, senyawa ini menjadi bahan yang sangat berharga dalam berbagai eksperimen ilmiah.
Brosur TCI (PDF)
- Phenylphenothiazine (PTH) Derivatives 2026-09-16 · hal. 1
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru karena reaktivitas tinggi
- Reaksi substitusi aromatik dalam kimia organik untuk memperoleh senyawa kompleks
- Pembuatan bahan aktif farmakologis dalam penelitian farmasi karena struktur kimia yang spesifik
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia untuk mengevaluasi efisiensi reaksi
- Penelitian material baru dengan sifat kimia yang unik karena karakteristik molekulnya
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6631-94-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
2-Acetylphenothiazine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, pastikan lingkungan laboratorium bersih dan bebas dari bahan kimia yang bersifat oksidatif. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta gunakan alat pelindung diri yang sesuai seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.
- Moshurchak dkk. (2006). Non-Ideal Redox Shuttles:Anisole and 10-Acetylphenothiazine. ECS Meeting Abstracts doi:10.1149/ma2005-02/4/185
- Ebenso dkk. (2003). Studies on the inhibition of aluminium corrosion by 2‐acetylphenothiazine in chloroacetic acids. Anti-Corrosion Methods and Materials doi:10.1108/00035590310501576
- CHAURASIA dkk. (1992). ChemInform Abstract: Synthesis and Biological Evaluation of some Novel N‐2‐(Phenoxy/Bromo/ Nitro/Methyl/Naphthoxy and Substituted‐Phenoxy)acetylphenothiazine.. ChemInform doi:10.1002/chin.199225189
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








