Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 92-84-2

Phenothiazine, CAS 92-84-2, TCI P0106

Phenothiazine, CAS 92-84-2, TCI P0106

Identitas Kimia

No. CAS
92-84-2
PubChem
CID 7108·SID 87574363
Rumus molekul
C12H9NS
Berat molekul
199.27 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
10H-phenothiazine
SMILES
C1=CC=C2C(=C1)NC3=CC=CC=C3S2
InChIKey
WJFKNYWRSNBZNX-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 530.250,00
Harga reguler Rp 386.400,00 Harga obral Rp 530.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Phenothiazine adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterosiklik, dan digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi kimia dan farmakologi. Bahan ini memiliki struktur dasar yang terdiri dari tiga cincin aromatik yang saling terhubung, yang memberikan sifat reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia. Dalam laboratorium, phenothiazine sering digunakan sebagai bahan dasar untuk sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang organik dan farmasi.

Phenothiazine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap berbagai kondisi lingkungan seperti suhu tinggi, paparan cahaya, atau kelembapan berlebihan. Keunikan struktur kimianya membuatnya menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi, reaksi redoks, dan sintesis senyawa heterosiklik lainnya. Karena karakteristik ini, phenothiazine sering dipilih untuk aplikasi yang membutuhkan keakuratan dan kestabilan kimia.

Di laboratorium Indonesia, phenothiazine digunakan dalam penelitian ilmiah, pengembangan obat, dan studi tentang senyawa kimia organik. Bahan ini menjadi bagian penting dalam proses sintesis senyawa aktif biologis, serta dalam pengujian reaktivitas senyawa heterosiklik. Dengan ketersediaan yang cukup, phenothiazine tetap menjadi bahan yang relevan dalam berbagai bidang ilmu kimia di Indonesia.

  • Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
  • Pengujian reaktivitas senyawa kimia dalam reaksi substitusi
  • Penelitian tentang struktur dan sifat senyawa organik
  • Pembuatan bahan aktif biologis dalam bidang farmasi
  • Penggunaan dalam reaksi redoks untuk analisis kimia

Merek TCI
Nomor CAS 92-84-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik Serbuk kristalin
Penyimpanan Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya

Phenothiazine harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindungi dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Bahan ini bersifat reaktif dan harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak terbuka dan tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain.

  • Hayashi dkk. (2016). Preparation and Electrochemical Behavior of N-Substituted Phenothiazine Oxide. HETEROCYCLES doi:10.3987/com-16-13437
  • Thériault dkk. (2014). Optical and electrochemical properties of ethynylaniline derivatives of phenothiazine, phenothiazine-5-oxide and phenothiazine-5,5-dioxide. Phys. Chem. Chem. Phys. doi:10.1039/c4cp00678j
  • Hoshino dkk. (2012). Amperometric biosensor based on multilayer containing carbon nanotube, plasma-polymerized film, electron transfer mediator phenothiazine, and glucose dehydrogenase. Bioelectrochemistry doi:10.1016/j.bioelechem.2011.09.001

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.